BRIDA Banggai Usulkan Geoheritage di Sejumlah Wilayah, Target Jadi Geopark 2026
BANGGAI, OKENESIA.COM- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai mengusulkan sejumlah wilayah berpotensi geologi untuk ditetapkan sebagai geoheritage oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Untuk diketahui, geoheritage adalah warisan geologi berupa lokasi atau kawasan yang memiliki keunikan, kelangkaan, nilai ilmiah, pendidikan, budaya, dan keindahan alam yang terbentuk dari proses geologi selama jutaan tahun dan perlu dilindungi serta dilestarikan.
Geoheritage penting untuk penelitian ilmiah, pendidikan, pariwisata berbasis ilmu pengetahuan (science tourism),
serta penguatan identitas daerah.
Kepala BRIDA Banggai, Andi Nur Syamsy Amir mengatakan, saat ini proses pengusulan telah memasuki tahap pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis di Badan Geologi Kementerian ESDM yang berkantor di Bandung.
“Sekarang sudah masuk tahap pengusulan, apa saja yang menjadi persyaratan. Insya Allah tinggal menunggu tim dari Badan Geologi datang untuk melakukan verifikasi di Kabupaten Banggai,” kata Andi Nur Syamsu Amir kepada pewarta di ruang kerjanya, Kamis (15/01/2026).
Ia menjelaskan, pengusulan geoheritage tidak hanya difokuskan pada Pulau Dua Balantak, melainkan mencakup beberapa wilayah lain yang memiliki potensi geologi unggulan.
“Bukan hanya Pulau Dua Balantak, tapi ada beberapa tempat yang kita usulkan. Ada wilayah Toili, Pagimana, dan Batui. Jadi yang kita ajukan adalah kawasan geoheritage secara wilayah,” jelasnya.
Alumni STPDN Jatinangor (sekarang IPDN) menguraikan bahwa kawasan geoheritage tersebut ke depan akan ditingkatkan statusnya menjadi geopark, dengan target dapat terealisasi pada tahun 2026.
“Saat ini kita baru masuk tahapan geoheritage dulu. Setelah itu baru dinaikkan menjadi geopark. Insya Allah tahun 2026,” ujarnya.
Terkait luasan wilayah yang diusulkan, Andi menyebutkan detailnya telah tertuang dalam laporan teknis, meski ia belum menghafal secara rinci besaran luasan masing-masing kawasan.
Geopark atau taman bumi adalah kawasan geografis terpadu yang memiliki warisan geologi bernilai tinggi (geoheritage), serta didukung keanekaragaman hayati dan budaya, yang dikelola untuk konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Nur Suamsy menaruh harap, kawasan geoheritage nantinya tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga berkembang sebagai science tourism atau wisata berbasis ilmu pengetahuan.
“Kita harapkan ini menjadi pusat studi dan penelitian bagi peneliti-peneliti geologi. Jadi bukan hanya eco tourism atau sport tourism, tetapi Kabupaten Banggai memiliki spot science tourism,”demikian Andi Nur Suamsy Amir. (top)