JAKARTA, OKENESIA.COM — Indonesia Alyoum bersama Rumah Amanah Wakaf Indonesia (RAWI) dan Radio Salam menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pendirian Radio Arakhbil (red:Nusantara), radio yang akan menyiarkan program dalam bahasa Arab.
Penandatanganan MoU berlangsung di Restoran Sarang Oci, kawasan Kwitang, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh perwakilan tiga lembaga, yakni Arif Rahman selaku Direktur RAWI, Muhammad Anas selaku CEO sekaligus pemimpin redaksi Indonesia Alyoum, serta Agustian dari Radio Salam. Prosesi itu turut disaksikan Ketua Pembina RAWI Abdur Rahman Irsyadi (ARI) dan Sandi Suryadinata dari Radio Salam.
Abdur Rahman Irsyadi menyambut baik rencana pendirian radio berbahasa Arab tersebut dan berharap kehadirannya dapat memperkuat kembali hubungan Indonesia dengan negara-negara Arab di Timur Tengah.
“Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini kita harus sadar bahwa hubungan Indonesia dengan negara Timur Tengah menjadi sangat penting. Indonesia sebenarnya sudah dikenal di kawasan Timur Tengah sebelum Islam datang ke Indonesia, termasuk melalui jalur rempah itu,” ujarnya.

Ia juga berharap radio ini dapat menjadi penghubung untuk memperluas kerja sama lintas sektor.
“Mudah-mudahan dengan adanya media radio berbahasa Arab ini akan melanjutkan, merajut, dan menguatkan hubungan bilateral, kebudayaan, investasi, dan sebagainya yang sudah pernah terjalin,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Anas menilai kolaborasi ini sebagai babak baru sekaligus tonggak penting bagi perkembangan media berbahasa Arab di Indonesia.
Menurutnya, inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi pintu awal bagi lahirnya ekosistem media berbahasa Arab yang lebih luas, termasuk kemungkinan hadirnya televisi berbahasa Arab di Tanah Air.
Anas juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, khususnya kepada Ketua Pembina RAWI Abdur Rahman Irsyadi atas dukungan dan perhatian terhadap penguatan media berbahasa Arab di Indonesia.
Di kesempatan yang sama, pendiri Radio Salam Agustian menyatakan dukungannya terhadap rencana siaran Radio Arakhbil (Nusantara) dan menyebut Radio Salam akan mempersiapkan aspek teknis penyiaran.
“Mudah-mudahan media ini dapat diterima di masyarakat Indonesia maupun masyarakat Timur Tengah,” ujarnya.