Disertasi Doktoral Ungkap Strategi Perbaikan Kualitas Layanan BPJS Ketenagakerjaan Berbasis SDM dan Sistem
Jakarta, Okenesia.com, 10 Februari 2026 — Upaya peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan menjadi sorotan dalam Sidang Terbuka Disertasi Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Pada kesempatan itu, Abdur Rahman Irsyadi memaparkan riset yang mengkaji cara meningkatkan kualitas layanan secara lebih adil, konsisten, dan berkelanjutan, seiring naiknya ekspektasi pekerja terhadap layanan yang cepat, mudah, dan transparan.
Dalam pemaparannya, Abdur Rahman menegaskan bahwa pembenahan layanan tidak cukup dilakukan melalui penyederhanaan prosedur atau digitalisasi semata. Menurutnya, perbaikan harus dibangun lewat penguatan kinerja karyawan yang ditopang sistem kerja yang jelas, budaya pelayanan yang kuat, serta pemanfaatan teknologi secara terpadu.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan sangat ditentukan oleh bagaimana sistem SDM bekerja secara menyeluruh. Kinerja karyawan menjadi kunci utama yang menerjemahkan kebijakan, teknologi, dan budaya kerja menjadi pelayanan nyata yang dirasakan peserta,” ujarnya.
Disertasi tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam konteks BPJS Ketenagakerjaan sebagai organisasi publik yang diatur ketat, pengalaman kerja dan kepemimpinan tidak selalu berdampak langsung terhadap kualitas layanan, namun berperan menjaga stabilitas serta konsistensi pelayanan; sementara motivasi kerja, budaya pelayanan, dan efektivitas sistem layanan digital dinilai lebih menentukan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.
Temuan ini, lanjut Abdur Rahman, berpotensi memperkuat agenda perbaikan layanan BPJS Ketenagakerjaan. Di antaranya melalui dorongan agar layanan lebih konsisten antarwilayah, penurunan keluhan akibat miskomunikasi dan proses berulang, serta penguatan kepercayaan peserta terhadap layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan pijakan empiris untuk merumuskan kebijakan SDM dan layanan, terutama terkait penguatan petugas garda depan, pengembangan budaya kerja yang berorientasi pelayanan, dan optimalisasi transformasi digital yang berfokus pada kebutuhan peserta.
Sidang Terbuka tersebut juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan tidak semata persoalan administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi dan melayani pekerja. Disertasi ini diharapkan menjadi rujukan akademik sekaligus bahan pertimbangan praktis bagi perbaikan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
Sidang Ujian Terbuka Doktor Ilmu Manajemen dibuka langsung oleh Irjen Pol (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D. Crim (HC). Adapun promotor dan para penguji yang hadir yakni Prof. Dr. Adler Haymans Manurung, S.E., S.H., M.Com., ME., Dr. Joseph Martinio Jocrien Renwarin, S.E., M.M., Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M, Dr. Ir. Muklis Yusuf, MBA., Prof. Dr. NN Sawitri, SE, MBA, Prof. Dr. Hapzi Ali, MM, CMA, MPM, serta Dr. Dhian Tyas Untari, SE, MM.