BANGGAI, OKENESIA.COM- Manajemen Pertamina EP Donggi Matindok Field (Pertamina EP DMF) mengambil peran strategis dalam mendorong pengembangan pertanian dan perikanan terintegrasi di Desa Tirta Jaya, Kecamatan Toili Jaya, Banggai.
Program yang dikunjungi dalam agenda visit media bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banggai, Minggu (15/2/2026) itu menggabungkan budidaya maggot, perikanan ikan gabus dan mujair, serta pertanian sayur dan tanaman pangan.
Pendamping kelompok Maggot Jaya dari Pertamina EP DMF menjelaskan bahwa program ini merupakan integrated farming yang berfokus pada isu lingkungan dan pengelolaan sampah.
Sampah organik diolah menjadi pakan maggot, residunya menjadi pupuk organik, dan maggot menjadi pakan ikan.
Sistem ini menciptakan sinergi antara pertanian, peternakan, dan lingkungan.
Kepala Desa Tirta Jaya, Agus Farhan, menambahkan bahwa kelompok Maggot Jaya awalnya beranggotakan 12 orang, kini aktif 6 orang.
Agus Farhan menjelaskan bahwa maggot yang diproduksi desa hanya Rp10 ribu per kilogramnya. Harga itu jauh lebih murah dibanding pakan toko, dan menjadi favorit ikan gabus maupun mujair sehingga pertumbuhan ikan lebih cepat.
Program Pertamina EP DMF ini dimulai pertengahan 2025 melalui konsultasi intensif dengan masyarakat, memastikan kesesuaian dengan kebutuhan dan prospek lokal.
Saat ini, maggot diproduksi untuk kebutuhan desa sendiri, dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan, mengurangi limbah organik, serta mendorong usaha berkelanjutan bagi warga.
Alur terintegrasi program ini meliputi: limbah organik. Larva maggot diberikan ke kolam ikan, ikan tumbuh cepat dan sehat.
Pakan maggot adalah sayuran cacat atau tidak laku kembali menjadi pakan maggot, siklus berulang.
Dengan program ini, Pertamina EP DMF menunjukkan perannya tidak hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan lokal yang mendorong produktivitas, keberlanjutan, dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. (top)