Siarkan Langsung Pengakuan Tentara Israel, Tak Hanya Membunuh, Wanita Target Pemerkosaan
JAKARTA, OKENESIA.COM- Sebuah video siaran langsung yang beredar luas di media sosial Tiktok menarik perhatian dunia setelah menampilkan seorang pria yang mengaku sebagai anggota militer Israel berbicara tentang operasi militer di Jalur Gaza.
Dalam percakapan tersebut, sosok yang menampilkan dirinya sebagai tentara Israel berbicara tentang situasi di wilayah tersebut dan membuat pernyataan yang mengejutkan.
Video berdurasi 2 menit 27 detik itu kemudian diunggah kembali di akun Telegram Royanews.tv dan akun Telegram Palestinapost yang diterima Okenesia.com, Selasa (17/2/2026).
Video yang dipublikasikan di platform TikTok dan kemudian dibagikan oleh berbagai akun media sosial menampilkan tentara tersebut menjawab pertanyaan dari seorang pewawancara asing.
Dia menunjukkan kehancuran di sekitarnya dan mengonfirmasi bahwa “Rumah‑rumah telah diratakan” di Gaza akibat operasi militer, sambil berbicara tanpa ekspresi penyesalan.
Dalam bagian yang paling banyak dibagikan, pria yang mengaku sebagai tentara yang kemudian wajahnya diburamkan dalam versi viral menyatakan bahwa pasukan Israel telah “membunuh wanita dan anak‑anak” di Gaza dan menambahkan, “Dan omong‑omong… kami juga memperkosa mereka,” yang kemudian menjadi klip paling kontroversial dari siaran tersebut.
Menanggapi viralnya pernyataan tersebut, sebuah laporan dari media Israel yakni www.israelhayom.com menyebutkan bahwa militer Israel (IDF) sedang menyelidiki klaim dalam video itu dan mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat dalam wawancara tidak mencerminkan praktik operasi militer resmi atau nilai‑nilai angkatan bersenjata mereka.
Pihak militer menyebut perkataan tersebut berasal dari wawancara yang tidak berotorisasi.
Peristiwa ini terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza yang telah menimbulkan ribuan korban sipil, termasuk perempuan dan anak‑anak.
Pihak Palestina terus melaporkan jatuhnya korban sipil yang tinggi akibat serangan udara, sementara Israel menyatakan operasi mereka menargetkan pejuang dan infrastruktur militer lawan.
Anadolu Ajansı mengabarkan bahwa Sejak dimulainya konflik besar antara Israel dan kelompok militan Palestina pada Oktober 2023, wilayah Gaza mengalami kerusakan besar dan angka korban sipil terus meningkat, dengan laporan organisasi kesehatan setempat menyebutkan puluhan ribu tewas dan luka.
Video tersebut telah dibagikan secara luas, tetapi sejumlah pemerhati dan media memperingatkan pentingnya verifikasi lebih lanjut tentang konteks dan keaslian pernyataan yang dibuat dalam siaran tersebut. Mengingat kompleksitas konflik dan banyaknya konten yang dapat dimanipulasi di media sosial.
Hingga kini, tidak ada otoritas independen yang secara resmi mengonfirmasi bahwa video tersebut menggambarkan operasi Israel secara umum atau mencerminkan kebijakan militer secara keseluruhan.
Viralnya percakapan antara seorang pria yang mengaku sebagai tentara Israel dengan seorang pewawancara asing mencerminkan tingginya ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung di Gaza dan kegelisahan global terhadap dampak perang terhadap warga sipil.
Namun, pernyataan pribadi tersebut masih dipandang sebagai konten yang memerlukan konfirmasi independen dan tidak dianggap sebagai representasi resmi dari kebijakan atau tindakan lembaga negara manapun. (top/palestinapost/royanews/*)