BANGGAI, OKENESIA.COM- Manajemen PT Koninis Fajar Mineral (KFM) menggelar buka puasa bersama insan pers di Kabupaten Banggai.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Banggai, Minggu (8/3/2026) tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara perusahaan dan kalangan media.
Ketua panitia kegiatan, Suardi Kandjai, mengatakan bahwa agenda buka puasa bersama ini bertujuan memperkuat hubungan baik antara PT KFM dan insan pers di Banggai.
“Agenda ini untuk mempererat silaturahmi. Hubungan silaturahmi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Suardi.
Ia menuturkan, kegiatan berbagi yang dilakukan perusahaan merupakan agenda rutin setiap tahun.
Selain buka puasa bersama, PT KFM juga secara konsisten menyalurkan santunan kepada kaum dhuafa, khususnya di wilayah lingkar tambang.
“Tahun ini santunan kepada kaum dhuafa juga akan diberikan kepada sejumlah panti asuhan yang ada di Kota Luwuk,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banggai yang diwakili Sekretaris PWI Banggai, Imam Muslik, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan PT KFM.
Ia berharap, sinergi antara perusahaan dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT KFM, Najmi Ramadhani, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mengelola potensi sumber daya mineral di Banggai secara berkelanjutan.
Najmi mengibaratkan keberadaan KFM sebagai “angsa yang bertelur emas”, yang ke depan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi daerah.
“Kami menyadari banyak problem yang dihadapi. Tapi di tahun kelima ini kami berharap dapat memberikan banyak kontribusi,” ungkap Najmi.
Najmi menegaskan, sejak mulai beroperasi pada tahun 2020, PT KFM selalu membuka diri kepada berbagai pihak yang ingin mengetahui aktivitas perusahaan.
“Kami tidak pernah menutup pihak mana pun untuk datang berkunjung,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep pengelolaan tambang yang dijalankan KFM bukan sekadar eksploitasi jangka pendek, melainkan dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang.
“Konsep tambang bukan hanya dua atau tiga tahun lalu pergi, tapi bagaimana keberadaannya bisa dirasakan hingga satu generasi,” jelasnya.
Menurutnya, potensi mineral di Banggai memiliki kadar yang cukup tinggi dan berpeluang besar mendukung kebutuhan bahan baku industri kendaraan listrik.
“Banggai memiliki kadar mineral yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik,” ujarnya.
Najmi juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mengembangkan konsep tambang ramah lingkungan di Banggai.
“Banggai akan menjadi tambang yang ramah lingkungan, berbeda dengan Morowali. Saya sebagai anak tambang ingin membangun konsep pertambangan yang memperhatikan lingkungan,” katanya.
Najmi pun menaruh harap, dukungan dari berbagai pihak, termasuk insan pers, untuk bersama-sama membangun paradigma pertambangan yang berkelanjutan.
“Harapan kami, mari kita berkolaborasi. Kalau memang perlu dukungan, kami siap mendukung. Bantu kami membentuk paradigma tambang yang ramah lingkungan,” tutupnya. (top)