Hamas Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Serukan Penghentian Perang di Kawasan

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.

Hamas menilai, tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi mengancam keamanan serta perdamaian di kawasan maupun dunia.

Dalam pernyataan pers resminya yang dirilis pada Sabtu, 14 Maret 2026, Hamas menyatakan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

“Hamas dengan penuh keprihatinan mengikuti perang yang sedang berlangsung di kawasan, dan kembali menegaskan kecaman keras terhadap agresi Amerika-Zionis terhadap Republik Islam Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Hamas menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Organisasi itu juga memperingatkan bahwa konflik yang meluas dapat mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian global.

Dalam pernyataan yang sama, Hamas menegaskan bahwa kepentingan utama umat Islam dan negara-negara di kawasan adalah menghentikan perang yang sedang berlangsung.

Karena itu, Hamas menyerukan kepada seluruh negara serta organisasi internasional agar segera mengambil langkah untuk menghentikan konflik tersebut.

Selain itu, Hamas juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai upaya diplomatik yang telah dilakukan sejumlah negara untuk mencegah pecahnya perang dan mendorong penyelesaian melalui dialog.

“Hamas menghargai seluruh upaya yang dilakukan berbagai negara untuk mencegah terjadinya perang serta mengedepankan dialog dan diplomasi,” lanjut pernyataan itu.

Di sisi lain, Hamas juga menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk merespons serangan yang diterimanya dengan berbagai cara sesuai dengan norma serta hukum internasional.

Meski demikian, Hamas mengingatkan agar respons tersebut tidak menyasar negara-negara tetangga.

Organisasi itu juga mengajak seluruh negara di kawasan untuk bekerja sama menghentikan konflik serta menjaga hubungan persaudaraan antarnegara.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Hamas pada Sabtu, 25 Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 14 Maret 2026. (top/*)

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!