Serangan Israel di Gaza Tewaskan Tujuh Syuhada di Tengah Pelanggaran Kesepakatan Perdamaian

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Serangan udara Israel terus mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Jalur Gaza, meskipun ada upaya internasional untuk menjaga gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Sumber medis di rumah sakit di Jalur Gaza melaporkan bahwa jumlah syuhada meningkat menjadi tujuh orang setelah serangan yang menargetkan sebuah tenda penampungan pengungsi di wilayah Asdaa, utara Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Ahad (1/01/2026).

Korban termasuk seorang ayah, tiga anaknya, dan tiga cucunya yang masih kecil. Selain itu, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

Serangan ini terjadi di tengah pelanggaran yang terus berlangsung terhadap kesepakatan gencatan senjata yang disusun dalam sebuah mekanisme perdamaian internasional sering disebut sebagai Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama beberapa negara Arab dan negara Islam lainnya.

Pelanggaran ini menunjukkan bahwa pihak Israel masih terus melakukan serangan meskipun ada komitmen untuk menghormati gencatan senjata dan hukum humaniter internasional.

Menurut laporan lokal, selain serangan terhadap tenda pengungsi, gelombang serangan udara juga menghantam beberapa lokasi lain di Gaza, termasuk kantor polisi dan permukiman penduduk di kota Gaza. Seluruh peristiwa ini menjadi salah satu insiden mematikan sejak gencatan senjata mulai berlaku.

Kelompok pejuang Palestina, termasuk Hamas, mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel sebagai pihak yang memicu eskalasi menilai bahwa serangan udara itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap komitmen damai yang sedang dibangun. Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan internasional mengenai efektivitas Board of Peace sebagai mekanisme yang seharusnya mencegah kekerasan lebih lanjut.

Kondisi di Gaza belakangan ini tetap tegang. Sumber medis menyerukan agar komunitas internasional dan mediator perdamaian memberikan tekanan serius kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan yang menargetkan warga sipil, membuka kembali perlintasan yang diblokir, serta memastikan bantuan kemanusiaan dan perlindungan bagi pengungsi yang rentan. (top/*)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!