BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es di Batui, Dipicu Awan Cumulonimbus Menjulang Tinggi

0

BANGGAI, OKENESIA.COM– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banggai menjelaskan fenomena hujan es yang terjadi di wilayah Batui, Kabupaten Banggai, pada Minggu (1/2/2026), dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi hingga lapisan atmosfer sangat dingin.

Penjelasan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Banggai, Arsyil Majid Dida Himawan, saat ditemui di ruang operasional BMKG Banggai, Senin (2/1/2026). Seluruh aktivitas pemantauan cuaca dilakukan dari ruang tersebut dengan pembaruan data setiap 10 menit.

“Di ruang operasional ini semua pengamatan dilakukan. Kami memantau perkembangan cuaca setiap 10 menit,” ujarnya.

Pria lulusan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jakarta ini kepada pewarta menjelaskan kondisi saat terjadi hujan es di Batui yang disebutnya hanya fenomena lokal.

Pada pukul 14.00 Wita kata Arsyil, kondisi awan di wilayah Batui sebenarnya masih terpantau normal dan belum menunjukkan tanda-tanda signifikan akan terjadi cuaca ekstrem.

“Jam 14.00 (pada saat terjadi hujan es) wilayah Batui belum terlihat awan signifikan, masih awan biasa. Namun menjelang kejadian hujan es, terbentuk awan Cumulonimbus yang sangat menjulang,” jelasnya.

Ia menerangkan, puncak awan tersebut mencapai suhu ekstrem antara minus 80 hingga minus 100 derajat Celsius. Kondisi yang memungkinkan terbentuknya butiran es di dalam awan.

“Hujan es biasanya terjadi saat ada dorongan udara ke atas yang kuat akibat pemanasan permukaan. Uap air naik, lalu ketika atmosfer dalam kondisi labil dan mencapai lapisan sangat dingin, terbentuklah es. Bongkahan es ini kemudian turun, dan sebagian mencair, sebagian lagi sampai ke permukaan dalam bentuk butiran es,” paparnya.

BMKG menilai, fenomena ini bersifat lokal, namun tetap perlu diwaspadai, karena berpotensi disertai angin kencang.

“Dampaknya bisa disertai angin yang cukup kencang. Untuk curah hujan yang tercatat di pos hujan Sinorang, sekitar 25 milimeter, masuk kategori hujan intensitas sedang,” tambahnya.

BMKG Banggai mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik aplikasi maupun media sosial.

Ia juga mengimbau agar memantau terus terus informasi cuaca dari BMKG secara update. Aplikasi Info BMKG dapat diunduh di Playstore dan APPstore, sekaligus nyalakan notifikasi di aplikasi dan ikuti kanal media sosial resmi BMKG agar bisa mendapat peringatan dini. (top)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!