JAKARTA, OKENESIA.COM- Suasana haru menyelimuti kompleks Masjid Al-Aqsa pada malam ke-27 Ramadan, salah satu malam paling agung bagi umat Islam. Salah seorang penjaga masjid menggambarkan dengan tangis kondisi Al-Aqsa yang kosong dari jamaah setelah otoritas Israel menutup akses ke masjid tersebut dan melarang warga Palestina memasukinya selama 16 hari berturut-turut.
Penutupan ini membuat ribuan warga Palestina tidak dapat menunaikan ibadah di salah satu tempat suci umat Islam tersebut.
Pemandangan masjid yang biasanya dipenuhi jamaah pada malam-malam terakhir Ramadan berubah menjadi sepi, mencerminkan ketatnya pembatasan yang diberlakukan terhadap umat Muslim di Yerusalem.
Di saat yang sama, serangan militer Israel di Jalur Gaza juga terus berlanjut. Pada Sabtu (15/3), pesawat tempur Israel dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi yang dihuni warga sipil.
Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya sembilan warga Palestina gugur, menambah daftar korban di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya terkait pembatasan akses ke tempat-tempat suci serta operasi militer yang terus dilakukan di Gaza.
Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan langkah yang lebih luas dari masyarakat internasional untuk mengungkap kebijakan yang dinilai melanggar hak-hak warga Palestina, serta mendorong penghentian serangan yang terus menimbulkan korban jiwa di wilayah Gaza. (top/*)