Proposal Iran Jadi Kunci Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Dunia menghela napas lega setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan.

Kesepakatan ini tercapai setelah hampir semua poin perselisihan sebelumnya antara kedua pihak disepakati, menurut pernyataan resmi Gedung Putih.

Demikian informasi dikutip dari kanal Al Jazeera, Rabu (8/4/2026).

Presiden Trump menegaskan, gencatan senjata ini merupakan hasil dari proposal Iran yang terdiri dari 10 poin, yang ia sebut sebagai “dasar sah untuk bernegosiasi dan menyelesaikan perselisihan sebelumnya”.

Proposal tersebut mencakup langkah-langkah penting seperti jalur aman di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, rekonstruksi infrastruktur yang rusak, dan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Tasnim News Agency, proposal Iran memuat komitmen prinsipil AS untuk tidak menyerang, tetapnya kontrol Iran atas Selat Hormuz, persetujuan terhadap pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder, serta penghentian semua keputusan Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional.

Selain itu, proposal juga menuntut pembayaran kompensasi kepada Iran dan penarikan pasukan tempur AS dari wilayah tersebut.

Proposal tersebut juga menyerukan penghentian perang di semua front, termasuk terhadap Perlawanan Islam di Lebanon.

Sebelumnya, serangan udara Israel menargetkan gudang bahan bakar di Teheran, yang menyebabkan kebakaran besar di ibu kota Iran.

New York Times melaporkan bahwa proposal Iran, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, bertujuan mencapai penyelesaian permanen.

Proposal ini dianggap sebagai peta jalan komprehensif untuk mengakhiri perang, mencakup pencabutan penuh semua sanksi internasional terhadap Iran, pemberian jaminan resmi bahwa Iran tidak akan diserang di masa depan, dan penghentian operasi militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, jalur pelayaran dan perdagangan internasional di Selat Hormuz diharapkan kembali lancar, sementara kedua pihak akan melanjutkan perundingan intensif untuk mengamankan perdamaian jangka panjang di kawasan. (top/*/Al Jazeera)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!