Sejumlah Rumah Terdampak Abrasi di Sayambongin, Warga Keluhkan Tak Kunjung Ada Penanganan

0

BANGGAI, OKENESIA.COM- Ancaman abrasi terus menghantui warga Dusun II, Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo, Banggai

Sedikitnya empat rumah warga telah terdampak, bahkan salah satunya mengalami kerusakan cukup parah hingga bagian belakang rumah tidak lagi dapat digunakan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (16/7/2026), pondasi bagian belakang atau dapur rumah milik Hiya terlihat telah rusak parah. Tembok jebol, lantai menggantung, sementara bagian bawah pondasi terkikis akibat abrasi sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Kondisi tersebut telah berlangsung sejak sekitar dua tahun lalu. Demi menghindari risiko yang lebih besar, bagian dapur rumah itu kini dibiarkan kosong dan tidak lagi digunakan.

Hiya mengungkapkan, bukan hanya rumahnya yang terancam. Masih ada beberapa rumah lain yang berada di bibir abrasi, dengan empat rumah di antaranya telah merasakan dampak langsung.

“Sudah dua tahun begini. Kami sudah berkali-kali menyampaikan ke pemerintah desa,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah desa, pihak kecamatan hingga sejumlah instansi terkait sudah beberapa kali datang meninjau lokasi. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan tanggul maupun penanganan untuk menghentikan abrasi yang terus menggerus pondasi rumah warga.

Yang membuat warga semakin kecewa, kata Hiya, pembangunan tanggul justru dilakukan di sisi Utara yang dinilai belum mendesak karena lokasinya masih jauh dari permukiman penduduk.

“Sementara di sini rumah kami sudah rusak dan hampir ambruk, tetapi belum juga ada penanganan,” katanya dengan nada sedih.

Raut wajah Hiya tampak menyiratkan kepasrahan. Harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah nyata belum juga terwujud, meski keluhan telah berulang kali disampaikan.

Warga berharap pemerintah daerah segera membangun tanggul pengaman di titik abrasi yang mengancam permukiman, sehingga kerusakan tidak semakin meluas dan rumah-rumah warga dapat terselamatkan. TOP

Comments
Loading...
error: Content is protected !!