JAKARTA, OKENESIA.COM- Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras aksi penyerbuan besar-besaran ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang dilakukan ribuan pemukim Israel pada Kamis (23/7/2026).
Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut aksi tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan agresi terang-terangan terhadap salah satu situs paling suci bagi umat Islam.
Menurut Hamas, penyerbuan itu melibatkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, sejumlah anggota pemerintahan Israel, anggota Knesset (parlemen Israel), serta beberapa rabi. Kelompok tersebut menilai tindakan itu merupakan bagian dari upaya Israel untuk memperkuat kontrol atas Yerusalem dan tempat-tempat suci Islam.
Informasi yang diterima Okenesia.com dari kanal Telegram Hamas menyebutkan bahwa kelompok tersebut memperingatkan meningkatnya penyerbuan yang dilakukan dengan memanfaatkan perayaan keagamaan Yahudi sebagai dalih untuk memasuki kompleks Al-Aqsa dan melaksanakan ritual keagamaan di dalam kawasan masjid.
Hamas menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan provokasi yang dinilai dapat memperburuk situasi.
Dalam pernyataannya, Hamas juga menyatakan bahwa rakyat Palestina dan kelompok perlawanan tidak akan tinggal diam terhadap apa yang mereka sebut sebagai penodaan tempat-tempat suci.
Selain itu, Hamas menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan hak umat Islam dan menyatakan seluruh langkah yang dilakukan otoritas Israel maupun aksi para pemukim tidak memiliki legitimasi.
Hamas menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa dari berbagai upaya yang mereka sebut sebagai proses “Yahudisasi”.
Hamas turut menyerukan kepada warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah Palestina yang diduduki sejak 1948 agar terus melakukan mobilisasi, meningkatkan kehadiran di kompleks Masjid Al-Aqsa, serta memperkuat penjagaan di kawasan tersebut sebagai bentuk mempertahankan identitas Arab dan Islam situs suci itu.
Dalam pernyataannya, Hamas juga meminta negara-negara Arab dan Islam, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Liga Arab untuk mengambil langkah politik dan diplomatik yang nyata guna melindungi Masjid Al-Aqsa dan menghentikan tindakan Israel di Yerusalem, tidak hanya sebatas mengeluarkan pernyataan kecaman.
Sementara itu, laporan media internasional menyebut lebih dari 2.300 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis (23/7/2026) bertepatan dengan peringatan Tisha B’Av.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga dilaporkan ikut memasuki kawasan tersebut di bawah pengamanan ketat aparat keamanan Israel. TOP/AKUN TELEGRAM HAMAS