OLEH; DR. MOH. WIRASTO TUNE, SE., M.SI
(Pemerhati Budaya)
Bahasa Saluan sebagai bahasa ibu di Kabupaten Banggai tidak lahir begitu saja, tentu ada masyarakat yang mendiami serta melahirkan budaya Saluan itu sendiri.
Bahasa Saluan pertama kali lahir di Desa Mendono berawal dari sejarah penyebaran Agama Islam di wilayah Kabupaten Banggai.
Pada awalnya para penyebar Agama Islam yang dipimpin oleh seorang wali bernama Syaikh Abdullah Al Hasby menyapa saudara dengan sebutan Salalulah Allah Nabiyuy yang disambut dengan kalimat ya Rasulullah. Dari sejarah inilah muncul SALUAN.
Melalui tulisan ini, menanggapi peringatan HUT Kabupaten Banggai ke-66, mohon agar Budaya Saluan untuk segera dihidupkan untuk menghargai leluhur yang telah merintis wilayah Kabupaten Banggai, tanah yang subur dan elok yang kita diami sampai sekarang.
Budaya Saluan telah membumi di Tanah Banggai. Dengan budaya yang kokoh sejak dahulu dipegang oleh masyarakat adat, sehingga tanah Banggai tidak bisa dikuasai oleh orang luar.
Sebagai contoh, di Tanah Banggai tidak ada peninggalan benteng dan basis pertahanan Belanda dan negara lain yang ingin menguasai Tanah Banggai.
Dengan kekuatan Budaya Saluan yang berdiri kokoh di Kabupaten Banggai sehingga Budaya Saluan masih tetap ada dan hidup berdampingan dengan masyarakat pada umumnya.
Kalau kita pergi ke Pulau Jawa pasti yang ditemui pertama adalah Bahasa Jawa, baik di terminal, di sekolah bahkan di kantor dan instansi pemerintahan. Begitu pula di Sulawesi Selatan, hampir semua sama dari provinsi sampai di kelurahan.
Bagaimana dengan Kabupaten Banggai? Budaya Saluan seolah terpinggirkan oleh budaya lain. Bahkan tergilas oleh budaya yang lebih modern.
Banyak daerah bahkan negara yang maju karena membangun dan mempertahankan budayanya, bukan meninggalkan budayanya. Contoh Bali. Daerah Bali maju karena budayanya yang didukung oleh pemerintah dan masyarakatnya. Mempertahankan budaya bukan berarti tidak menerima budaya lain. Tapi sudah saatnya budaya luar harus menyesuaikan dengan budaya setempat.
Semoga ke depan lebih banyak peringatan Kabupaten Banggai yang mengedepankan Budaya Saluan sebagai penghargaan terhadap budaya asli Kabupaten Banggai.
Semoga torang semua bisa memahami. Kabai Mosia…………..