T20 Indonesia desak pimpinan G20 pulihkan ekonomi secara inklusif

Lead Co-Chairs of T20 Indonesia Bambang Brodjonegro dalam sesi plenary T20 Indonesia Summit 2022 di Bali, Senin (5/9/2022). ANTARA/Sanya Dinda/am.
0 33

JAKARTA, OKENESIA.COM – Lead Co-Chairs T20 Indonesia Bambang Brodjonegro mendesak pemimpin negara-negara anggota G20 untuk memulihkan perekonomian secara inklusif.

“T20 Indonesia mendesak para pimpinan G20 untuk segera melakukan upaya bersama guna mencapai pemulihan yang inklusif dan lebih kuat,” kata Bambang dalam sesi pleno T20 Indonesia Summit 2022 di Nusa Dua, Bali, Senin.

Think 20 atau T20 adalah forum kerja sama lembaga pemikir (think tank) dan penelitian seluruh negara anggota G20. Kelompok 20 atau G20 adalah kelompok kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa (EU).

Pemulihan ekonomi global dari dampak COVID-19 yang inklusif dan lebih kuat merupakan salah satu rekomendasi kebijakan yang tertuang dalam komunike Presidensi T20 Indonesia.

Di samping itu, Presidensi T20 Indonesia juga mendesak pemimpin negara-negara G20 untuk segera melakukan upaya bersama guna merestrukturisasi arsitektur kesehatan global, memanfaatkan transformasi digital, mempercepat transisi energi berkelanjutan, dan membangun kerja sama antar negara yang lebih baik dan solid.

Bambang mengatakan T20 Indonesia juga mendorong agar narasi global yang saat ini didominasi oleh negara-negara di Utara yang cenderung lebih sesuai dengan negara maju dapat berpindah kepada suara dari negara di belahan bumi selatan yang kebanyakan merupakan negara berkembang.

“Meningkatkan perwakilan suara negara di bagian bumi selatan sangat penting untuk memastikan narasi global yang dibentuk adil dan dapat diterima oleh pemerintah dari semua jenis negara. Isu global seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan transformasi digital terjadi dalam skala yang membutuhkan penanganan kolektif,” ucapnya.

Melalui komunike yang dihasilkan, Presidensi T20 Indonesia mendorong lima rekomendasi kebijakan utama, yakni mendorong pemulihan dan ketahanan ekonomi, mempercepat kemajuan mencapai emisi nol bersih, dan mengatur transformasi masyarakat menuju masyarakat digital.

Di samping itu, menjadikan ekonomi yang lebih inklusif dan berorientasi pada masyarakat banyak dan menghidupkan kembali tata global

“Rekomendasi tersebut telah dikembangkan melalui proses yang ketat dimana T20 Indonesia telah mengumpulkan 762 abstrak policy brief dan menghasilkan 130 policy brief yang ditulis oleh lebih dari 200 kelompok,” ucapnya. (Okenesia/Antara)

Comments
Loading...