Riyadh, Okenesia.com — Sekretariat Jenderal Anugerah Raja Faisal mengumumkan hasil keputusan Komite Pemilihan untuk penganugerahan ke-48 tahun 1447 H/2026 M, setelah rangkaian sidang yang digelar pada Senin hingga Rabu, 16–18 Rajab 1447 H atau bertepatan 5–7 Januari 2026.
Menurut pernyataan resmi tersebut, komite untuk lima bidang—Pengabdian kepada Islam, Studi Islam, Bahasa Arab dan Sastra, Kedokteran, serta Sains—telah menetapkan para penerima penghargaan tahun ini beserta alasan ilmiah dan kontribusinya.
Pengabdian kepada Islam
Untuk bidang Pengabdian kepada Islam, penghargaan tahun 2026 diberikan bersama kepada Syekh Abdul Latif bin Ahmad Al-Fawzan (Arab Saudi) dan Prof. Dr. Muhammad Muhammad Abu Musa (Mesir).
Syekh Abdul Latif Al-Fawzan dinilai menonjol melalui pendekatan filantropi yang terarah, termasuk pendirian Waqf Ajwad dan dukungan terhadap berbagai inisiatif kemanusiaan dan pembangunan seperti pusat-pusat Islam, pembangunan serta rehabilitasi masjid dan sumur, perbaikan sekolah, hingga sejumlah pusat layanan sosial.
Ia juga disebut berkontribusi lewat pendirian pusat untuk perempuan dan anak, pusat rehabilitasi terpadu, pusat autisme, pengembangan kepemimpinan sektor nirlaba, peluncuran penghargaan arsitektur masjid internasional, serta penerbitan ensiklopedia digital arsitektur masjid «Mosquepedia».
Sementara Prof. Dr. Abu Musa mendapat penghargaan atas kontribusi akademik yang luas di bidang bahasa Arab—khususnya balaghah terkait kemukjizatan Al-Qur’an—dengan lebih dari 30 buku, peran pendiri Dewan Ulama Senior Al-Azhar, serta aktivitas ilmiah yang mencakup ratusan majelis kajian untuk menghidupkan khazanah klasik dan mendekatkannya kepada generasi muda.

Studi Islam
Pada bidang Studi Islam bertema “Jalur Perdagangan di Dunia Islam”, penghargaan 2026 diberikan bersama kepada Prof. Dr. Abdul Hamid Hussein Hamouda (Mesir) dan Prof. Dr. Muhammad Wahib Hussein (Yordania).
Hamouda diapresiasi atas kajian komprehensif dan analisis objektif tentang jalur perdagangan darat dan laut beserta jejaringnya, mencakup kawasan Mashriq, Irak, Persia, Jazirah Arab, Syam, Mesir, Sahara, Maghrib hingga Andalusia, yang dinilai menjadi rujukan penting untuk penelitian akademik.
Adapun Muhammad Wahib Hussein dinilai unggul melalui kerja lapangan berbasis survei arkeologis langsung yang diperkuat dokumentasi koordinat presisi menggunakan sistem penentuan posisi global serta peta analitis, termasuk pendekatan yang mengaitkan teks Al-Qur’an dengan data geografis dan temuan lapangan dalam pembacaan Jalur Ilaf Makkah.
Bahasa Arab dan Sastra
Komite juga menetapkan Prof. Pierre Larcher (Prancis), profesor Universitas Aix-Marseille, sebagai penerima Anugerah Raja Faisal 2026 untuk bidang Bahasa Arab dan Sastra bertema “Sastra Arab dalam Bahasa Prancis”.
Ia dipilih atas perannya memperkenalkan sastra Arab kepada pembaca berbahasa Prancis dengan pendekatan kreatif, metodologi ilmiah dalam kajian puisi Arab klasik, serta proyek kritik dan penerjemahan Mu‘allaqat ke bahasa Prancis dengan ketelitian akademik.
Kedokteran
Untuk bidang Kedokteran bertema “Penemuan Berpengaruh dalam Terapi Obesitas”, penghargaan 2026 diberikan kepada Prof. Svetlana Mojsov (Amerika Serikat), profesor Universitas Rockefeller.
Pernyataan tersebut menegaskan penghargaan diberikan atas peran perintisnya dalam penemuan peptida mirip glukagon (GLP-1) yang aktif secara biologis dan berpengaruh pada reseptor di pankreas, jantung, dan otak, yang kemudian membuka jalan bagi kelas terapi baru untuk diabetes dan obesitas.
Temuan itu disebut berdampak klinis luas dan menjadi salah satu terobosan penting dalam penanganan obesitas di tingkat global.
Sains
Di bidang Sains bertema “Matematika”, Anugerah Raja Faisal 2026 diberikan kepada Prof. Carlos Kenig (Amerika Serikat), profesor Universitas Chicago.
Ia dianugerahi penghargaan atas kontribusi berpengaruh dalam analisis matematika, terutama dalam memperdalam pemahaman persamaan diferensial parsial nonlinier serta pengembangan teknik yang kini digunakan secara luas dengan aplikasi lintas bidang, termasuk mekanika fluida, serat optik, dan pencitraan medis.
Pada bagian akhir, Sekretariat Jenderal Anugerah Raja Faisal menyampaikan selamat kepada para penerima, sekaligus apresiasi kepada anggota komite pemilihan, para pakar, penilai, lembaga akademik dan organisasi mitra, serta media atas dukungan dan peliputan yang menyertai proses penganugerahan.