11 Warga Palestina Gugur di Jalur Gaza Akibat Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel
JAKARTA, OKENESIA.COM- Sebanyak sebelas warga Palestina, termasuk tiga jurnalis dan pekerja media, gugur syahid dalam satu hari terakhir, Rabu (21/01/2026) akibat agresi yang terus berlanjut serta pelanggaran pendudukan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Kejadian ini menambah panjang daftar korban sejak diumumkannya penghentian tembakan, di mana jumlah syahid kini dilaporkan lebih dari 490 orang, ditambah ratusan warga sipil yang terluka.
Situasi kemanusiaan dan kesehatan di Jalur Gaza pun semakin memburuk akibat blokade dan pembatasan akses yang diberlakukan pihak Israel.
Demikian informasi dari Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Pendudukan Israel menolak memasuki tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata, menutup seluruh perlintasan, serta menghambat masuknya bantuan kemanusiaan dan medis.
Penolakan ini juga menyulitkan komite administratif yang bertugas untuk memulai proses rekonstruksi dan meringankan penderitaan warga Gaza.
Data medis terbaru menunjukkan sekitar 18.500 korban luka membutuhkan perawatan darurat dan segera, namun pihak Israel melarang mereka bepergian keluar Gaza untuk mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan.
Menanggapi kondisi ini, sejumlah tuntutan mendesak diajukan. Para mediator dan negara penjamin diminta memberikan tekanan serius agar Israel melaksanakan kesepakatan gencatan senjata secara penuh.
Perlintasan harus segera dibuka untuk menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dan medis, serta memungkinkan pasien dan korban luka mendapatkan perawatan.
Solidaritas internasional dan peran media perlu diperkuat untuk mengungkap agresi Israel terhadap warga sipil dan mendesak perlindungan hak asasi manusia.
YPSP menekankan bahwa penegakan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan adalah langkah penting untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah di Jalur Gaza. (top/*/YPSP)