BANGGAI, OKENESIA.COM– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri halal melalui Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Berbasis Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), pada Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah dan digelar di Swiss-Belinn Luwuk, Kabupaten Banggai. Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si.
Dalam sambutannya, Sekab Banggai mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang dinilai turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor penyediaan pangan halal.
Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi sangat penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk yang tidak hanya halal, tetapi juga aman dan higienis untuk dikonsumsi.
“Kegiatan ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga mampu menjadi tenaga profesional di bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Miftachul Choiri, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dalam memperkuat rantai nilai halal di daerah.
Ia menekankan bahwa permintaan terhadap produk halal terus meningkat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan.
“Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada sektor moneter, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya melalui pelatihan seperti ini, yang kami selenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya hingga peserta mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan akan lahir juru sembelih halal yang profesional, memiliki pemahaman syariat yang baik, serta mampu menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses penyembelihan.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teori dasar penyembelihan halal sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang baik dan benar, hingga praktik langsung di lapangan. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang penanganan daging pasca sembelih agar tetap higienis dan layak konsumsi.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan standar yang seragam bagi para juru sembelih halal di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, sehingga kualitas produk daging yang dihasilkan dapat terjamin kehalalannya.
Para peserta menyambut baik pelatihan tersebut, terlebih karena seluruh proses, mulai dari pelatihan hingga sertifikasi, difasilitasi secara gratis. Mereka mengaku pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di sektor halal.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bank Indonesia berharap dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah yang siap mendukung pengembangan industri halal di Indonesia. TOP/*