BANGGAI, OKENESIA.COM- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai terus memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan melalui peluncuran inovasi SIPANDU BRIDA (Sistem Informasi Pegawai dan Arsip Terpadu), sebuah sistem administrasi digital yang mengintegrasikan pengelolaan data Aparatur Sipil Negara (ASN), arsip surat menyurat, disposisi, serta koordinasi internal dalam satu platform berbasis website dan Android.
Inovasi yang telah memasuki tahap implementasi sejak 1 April 2025 ini dikembangkan sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan administrasi yang selama ini masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi.
Kepala BRIDA Banggai, Andi Nur Syamsyi Amir menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, cepat, transparan, dan akuntabel.
“SIIPANDU BRIDA hadir bukan sekadar digitalisasi administrasi, tetapi menjadi langkah nyata membangun budaya kerja modern yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta pelayanan internal yang lebih responsif,” tutur Andi, belum lama ini.
Sebelum inovasi diterapkan, proses pengelolaan arsip dan administrasi kepegawaian masih dilakukan secara manual melalui buku register, dokumen fisik, serta penyimpanan terpisah yang menyebabkan pencarian data membutuhkan waktu hingga 1–2 hari.
Risiko kehilangan dan kerusakan arsip juga cukup tinggi, sementara koordinasi internal belum didukung sistem yang terintegrasi.
Melalui SIPANDU BRIDA, seluruh proses administrasi kini terdigitalisasi dalam satu sistem terpadu yang dilengkapi fitur penyimpanan arsip elektronik, basis data ASN, pencarian dokumen cepat, serta notifikasi dan koordinasi berbasis WhatsApp secara real time.
Hasil implementasi menunjukkan perubahan signifikan. Digitalisasi layanan administrasi dan kearsipan di lingkungan BRIDA telah mencapai 80 persen.
Waktu pencarian arsip yang sebelumnya memerlukan 1–2 hari kini dapat diselesaikan hanya dalam 3–5 menit.
Selain itu, penggunaan kertas berhasil ditekan dari 50 persen menjadi 20 persen, sekaligus mendukung penerapan konsep paperless office.
Tidak hanya meningkatkan efisiensi, SIPANDU BRIDA juga memperkuat keamanan data dan mengurangi risiko kehilangan arsip yang sebelumnya diperkirakan mencapai 60 persen, menjadi semakin terkendali melalui sistem penyimpanan digital terintegrasi.
Mur Syamsi Amir kembali menjelaskan bahwa pengembangan SIPANDU BRIDA dilakukan secara bertahap mulai dari identifikasi permasalahan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, uji coba, hingga pendampingan dan evaluasi berkelanjutan.
Ke depan, BRIDA Kabupaten Banggai akan terus mengembangkan fitur SIPANDU melalui penguatan keamanan data, pengembangan dashboard monitoring pimpinan, integrasi layanan digital lainnya, hingga implementasi tanda tangan elektronik dan disposisi digital.
Dengan hadirnya SIPANDU BRIDA, BRIDA Kabupaten Banggai menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi sektor pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mendukung penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). TOP/*