BANGGAI, OKENESIA.COM- Ketua Komisi II, DPRD Banggai, Irwanto Kulap, meminta Pemda Banggai memberikan perhatian serius terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pertanian serta nelayan dalam penyusunan kebijakan anggaran tahun 2027.
Hal itu disampaikan Irwanto dalam agenda paripurna DPRD Banggai, Rabu (19/8/2026), setelah Bupati Banggai Amirudin menyampaikan pidato pada penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPA) Tahun Anggaran 2027.
Wanto-sapaan karin Sekretaris DPD Partai Golkar Banggai itu menyoroti minimnya anggaran pembinaan UMKM yang dialokasikan melalui Dinas Koperasi.
Menurutnya, anggaran pembinaan yang hanya sebesar Rp200 juta tidak sebanding dengan jumlah UMKM yang cukup banyak di Kabupaten Banggai.
Ia menilai, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan, UMKM juga turut memberikan kontribusi terhadap pemasukan daerah.
“Dinas koperasi melakukan pembinaan UMKM, anggaran pembinaan di dinas Koperasi cukup kecil, yakni sebesar Rp200 juta, sementara UMKM di daerah ini cukup banyak,” kata Irwanto.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran 2027, sehingga pembinaan dan pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara lebih optimal.
Selain UMKM, Wanto juga meminta Pemda Banggai memberikan perhatian terhadap sektor pertanian dan perikanan, khususnya pemberdayaan petani dan nelayan.
Ia menyebut, berdasarkan pembahasan KUA-PPA, sektor pertanian dan nelayan memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banggai.
“Dalam pembahasan KUA-PPA, PDRB disumbang dari dua sektor (nelayan dan petani) ini, tapi Pemda belum melihat dua profesi ini,” ujarnya.
Irwanto menyebut kontribusi kedua sektor tersebut terhadap PDRB Kabupaten Banggai hampir mencapai 30 persen. Karena itu, menurut dia, kebijakan anggaran pemerintah daerah semestinya memberikan porsi perhatian yang sejalan dengan besarnya kontribusi petani dan nelayan terhadap perekonomian daerah.
Olehnya, peraih suara tertinggi sebagai caleg DPRD Banggai pada Pemilu 2024 itu meminta Pemda Banggai tidak hanya melihat besarnya kontribusi sektor tersebut, tetapi juga memastikan petani dan nelayan mendapatkan dukungan melalui program pemberdayaan yang tepat sasaran.
“Kami meminta perhatian serius kepada Pemda Banggai,” tegasnya.
Penguatan UMKM serta pemberdayaan petani dan nelayan perlu menjadi bagian penting dalam arah kebijakan pembangunan dan penganggaran Kabupaten Banggai tahun 2027. TOP