Merz Soroti Antisemitisme di Jerman, Gaza Disorot di Tengah Penderitaan Warga Palestina

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Kanselir Jerman Friedrich Merz menyoroti meningkatnya antisemitisme, khususnya di Berlin, yang menurutnya menjadi salah satu persoalan paling mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Informasi tersebut diterima Okenesia.com dari Yayasan Pendidikan dan Studi Peradaban (YPSP), yang turut menyampaikan pernyataan Merz serta komentar mengenai kondisi masyarakat Palestina di Jalur Gaza.
“Yang sangat mengkhawatirkan saya adalah meningkatnya antisemitisme yang kita lihat, terutama di Berlin,” kata Merz dalam pernyataannya.

Merz mengaku prihatin terhadap tindakan-tindakan antisemitisme yang bahkan mendapat tepuk tangan dari sebagian masyarakat.

Menurutnya, sikap sebagian masyarakat yang membiarkan tindakan semacam itu merupakan hal yang sangat mengganggu.
“Tidak amannya kehidupan orang-orang Yahudi di Jerman merupakan beban terberat yang kita hadapi dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Merz menegaskan pemerintah Jerman akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan masyarakat Yahudi.
“Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan kehidupan masyarakat Yahudi. Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada komunitas Yahudi di Berlin, tetapi kepada seluruh komunitas Yahudi di seluruh dunia,” katanya.

Dalam informasi yang diterima Okenesia.com dari YPSP, kondisi masyarakat Palestina di Jalur Gaza juga disorot.
Selama bertahun-tahun, warga Gaza disebut masih menghadapi berbagai bentuk penderitaan, mulai dari keterbatasan akses pangan hingga ancaman keselamatan akibat konflik yang terus berlangsung.
“Selama tiga tahun hingga hari ini, rakyat kami di Gaza masih hidup seperti berada di dalam sebuah penjara besar. Mereka dikepung, kelaparan, menghadapi dingin, panas, dan berbagai penderitaan,” demikian isi komentar yang diterima Okenesia.com melalui YPSP.

Komentar tersebut juga menyebutkan bahwa makanan dan kebutuhan dasar untuk masyarakat Gaza masih sulit masuk.
“Bahkan makanan untuk sekadar menghilangkan rasa lapar mereka pun sulit untuk masuk,” lanjutnya.

Selain persoalan pangan, korban jiwa juga disebut terus berjatuhan.
“Pembunuhan juga terus berlangsung. Setiap hari masih ada orang-orang tak bersalah yang menjadi korban,” demikian isi komentar tersebut.

Pihak yang menyampaikan komentar itu menilai kondisi yang terjadi merupakan dampak dari tindakan pendudukan Israel yang disebut meliputi pembunuhan, penghancuran, pengusiran, dan kelaparan, terutama terhadap anak-anak di Gaza.
“Dunia telah melihat dengan mata kepala sendiri kenyataan tentang pendudukan Israel dan tindakan-tindakannya berupa pembunuhan, penghancuran, kelaparan, dan pengusiran terhadap rakyat kami,” demikian pernyataan tersebut.

Komentar itu juga menyebut berbagai tindakan tersebut telah memunculkan kemarahan dan penolakan di tengah masyarakat.
“Kejahatan-kejahatan inilah yang telah menimbulkan kemarahan dan penolakan yang kita lihat hari ini,” lanjutnya.

Okenesia.com menerima informasi tersebut dari Yayasan Pendidikan dan Studi Peradaban (YPSP) sebagai bahan informasi mengenai perkembangan isu antisemitisme di Jerman serta kondisi kemanusiaan di Gaza. TOP/*

Comments
Loading...
error: Content is protected !!