PAU-Pemkab Banggai Dorong Arang Batok Kelapa Tembus Pasar Ekspor

0

BANGGAI, OKENESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Banggai bersama PT Panca Amara Utama (PAU) memperkuat pengembangan usaha arang batok kelapa melalui kolaborasi lima Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini diarahkan untuk memperluas akses pemasaran ke pasar domestik hingga internasional sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran pemasaran perdana arang batok kelapa hasil kolaborasi BUMDes di Desa Uling, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko, yang mewakili Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka.

Program ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Banggai melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan PT PAU.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Banggai, Hasan Baswan M. Dg. Masiki, mengatakan pengembangan usaha arang batok kelapa telah melibatkan 11 BUMDes.
Dari jumlah tersebut, lima BUMDes telah beroperasi dan berproduksi, sedangkan enam lainnya masih mempersiapkan sarana produksi dan bahan baku.
Menurut Hasan, peluncuran pemasaran perdana ini menjadi langkah untuk memperkuat kerja sama antardesa sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Dalam program tersebut, BUMDes berperan mengumpulkan bahan baku, menjalankan produksi, mengelola hasil, dan memenuhi kebutuhan pasar melalui kerja sama antardesa. Pemerintah desa turut mendukung pengembangan usaha bersama masyarakat, sementara PT PAU memberikan pendampingan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Adapun PT Ailesh bertindak sebagai mitra pembeli (buyer) yang menyerap produk sekaligus membantu memperluas akses pemasaran.

External Relation & Security Manager PT PAU, Hermawan Adi Santoso, mengatakan peluncuran pemasaran perdana ini menjadi momentum penting dalam membangun rantai nilai ekonomi yang melibatkan masyarakat desa, BUMDes, pemerintah, perusahaan, dan pasar.
“Apa yang dilakukan bukan sekadar melepas hasil produksi arang dari desa menuju buyer. Lebih dari itu, saat ini kita sedang menyaksikan terbentuknya sebuah rantai nilai ekonomi yang melibatkan masyarakat desa, BUMDes, pemerintah, perusahaan, hingga pasar,” ujarnya.

Hermawan menjelaskan, pengiriman arang batok kelapa untuk pasar ekspor melalui BUMDes Uling telah dilakukan sejak dua tahun sebelumnya. Kini, kerja sama tersebut berkembang dengan melibatkan lima BUMDes yang melakukan penjualan secara bersama-sama.

Kelima BUMDes tersebut berasal dari Desa Toiba, Taima, Sinampangnyo, Kadodi, dan Uling.
Menurut Hermawan, keberadaan pembeli menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan usaha masyarakat. Dengan akses pasar yang jelas, BUMDes dapat lebih terarah dalam memenuhi standar, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi.
“Dengan adanya buyer, masyarakat dan BUMDes memiliki orientasi yang lebih jelas. Apa yang diproduksi harus memiliki standar, apa yang dihasilkan harus memiliki kualitas, dan apa yang dijual harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, program pemberdayaan melalui CSR PT PAU tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan produksi, tetapi juga mendorong terbentuknya usaha desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Hermawan berharap pengurus BUMDes dan masyarakat menjadikan program tersebut sebagai peluang membangun usaha bersama, bukan sekadar bantuan perusahaan.

Pengelolaan usaha yang transparan, kualitas produk yang terjaga, serta kemampuan memenuhi permintaan pasar menjadi kunci keberhasilan.
“Keberhasilan terbesar dari program ini bukan ketika bantuan diberikan, tetapi ketika suatu saat nanti BUMDes mampu berdiri dan berkembang dengan kekuatannya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Banggai Moh. Ramli Tongko mengatakan pengembangan usaha arang batok kelapa melalui kolaborasi sejumlah BUMDes sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja.

Ramli menilai keterlibatan beberapa BUMDes dalam produksi dan pemasaran dapat memperkuat kapasitas usaha dibandingkan jika hanya dikelola satu BUMDes. Ke depan, ia berharap semakin banyak desa yang terlibat sehingga potensi ekonomi tersebut dapat berkembang lebih luas.
“Akses pasarnya sangat memungkinkan untuk terbuka atas dukungan PT PAU melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Dengan kolaborasi ini, kita dapat dihubungkan dengan pasar yang tersedia,” ujar Ramli.

Ia menegaskan, peluang memasuki pasar domestik maupun internasional harus diikuti kesiapan produksi yang memadai. Ketepatan waktu pengiriman, kualitas produk, dan kuantitas produksi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pembeli.

Karena itu, Ramli meminta pengurus BUMDes mengelola usaha secara serius, mulai dari proses produksi hingga pemasaran, agar arang batok kelapa dari Kabupaten Banggai mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Pemkab Banggai berharap pemasaran perdana tersebut menjadi awal pengembangan usaha yang berkelanjutan, memperluas keterlibatan BUMDes, serta meningkatkan nilai tambah potensi lokal.

Melalui sinergi pemerintah daerah, PT PAU, PT Ailesh, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, usaha arang batok kelapa diharapkan tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi desa dan memperkuat kemandirian masyarakat di Kabupaten Banggai. TOP/*

Comments
Loading...
error: Content is protected !!