PT PAU-Unismuh Luwuk Siapkan KKN Tematik Pemberdayaan Desa

0

BANGGAI, OKENESIA.COM- Manajemen PT Panca Amara Utama (PT PAU) bersama Universitas Muhammadiyah Luwuk mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk memperkuat kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mengembangkan agribisnis, dan memberdayakan kelompok tani di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo, Kabupaten Banggai.

Agenda itu dibahas dalam pertemuan antara LP3M Unismuh Luwuk Banggai dan manajemen PT PAU, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan itu dihadiri Ketua LP3M Unismuh Luwuk Banggai, Dr Risno Mina, ST., MT., External Relation Lead PT PAU Novari Mursita, tim CSR PT PAU, serta mahasiswa calon peserta KKN Tematik.

Program yang dijadwalkan mulai akhir Oktober 2026 ini akan berlangsung selama delapan minggu. Kegiatan tersebut mengintegrasikan penguatan tata kelola BUMDes, optimalisasi teknologi tepat guna, pengembangan kemitraan pertanian, serta digitalisasi pemasaran produk masyarakat desa.
Pelaksanaannya melibatkan mahasiswa dari tiga bidang keilmuan, yakni Agroteknologi atau Pertanian, Manajemen, dan Bisnis Digital.

Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu menghubungkan potensi produksi pertanian, pengelolaan usaha desa, dan strategi pemasaran secara terpadu.

Perkuat Tata Kelola BUMDes
Salah satu fokus utama program adalah mendampingi pengurus BUMDes dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha.

Pendampingan mencakup peninjauan legalitas dan administrasi, pembenahan struktur organisasi, penyusunan uraian tugas, serta pengembangan sistem pelaporan keuangan dan rencana kerja tahunan.

Melalui langkah tersebut, BUMDes diharapkan mampu mengelola potensi ekonomi desa secara lebih profesional, mengembangkan unit usaha, serta membangun kemitraan yang berkelanjutan.

Dorong Agribisnis dan Teknologi Tepat Guna

Di sektor pertanian, program diarahkan pada pemetaan potensi komoditas dan penguatan kapasitas kelompok tani, termasuk kelompok tani binaan PT PAU.

Kegiatan yang direncanakan meliputi optimalisasi bantuan yang telah disalurkan, revitalisasi teknologi tepat guna, penyusunan prosedur operasional dan perawatan peralatan, serta penerapan demplot ramah lingkungan.

Selain itu, program akan mendorong integrasi kelompok tani dengan BUMDes melalui pemetaan rantai pasok, penghitungan harga pokok produksi, dan pengembangan model transaksi yang transparan.

Integrasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi BUMDes untuk mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal sekaligus memperkuat hubungan antara produksi pertanian dan kebutuhan pasar.

Manfaatkan Digitalisasi untuk Perluas Pasar
Pengembangan usaha desa juga akan didukung melalui pemanfaatan teknologi digital. Mahasiswa bidang Bisnis Digital direncanakan mendampingi pelaku usaha dalam menyusun katalog produk, mengoptimalkan media sosial, menggunakan WhatsApp Business, serta mendaftarkan lokasi usaha melalui Google Business Profile.

Upaya ini bertujuan meningkatkan visibilitas produk, mempermudah calon konsumen memperoleh informasi, dan memperluas jangkauan pemasaran melalui kanal digital.

Program KKN Tematik dirancang melalui sejumlah tahapan, mulai dari asesmen lapangan dan penyusunan data dasar, peninjauan legalitas BUMDes, pembenahan tata kelola, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan penguatan identitas usaha.

Tahapan selanjutnya mencakup optimalisasi teknologi tepat guna, penyusunan program kerja BUMDes, pengembangan kemitraan antara kelompok tani dan BUMDes, penerapan demplot, serta pelatihan bagi penggerak lokal (local champion).

Program akan diakhiri dengan evaluasi dan serah terima dokumen hasil pendampingan agar dapat dimanfaatkan oleh pengurus BUMDes, kelompok tani, dan pemerintah desa.

Susun Buku Profil Potensi Agribisnis
Sebagai salah satu luaran utama, program ini menargetkan penyusunan Buku Profil Potensi Agribisnis dan Model Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo, yang direncanakan diterbitkan dengan ISBN.

Buku tersebut akan memuat profil potensi komoditas, kondisi kelembagaan BUMDes dan kelompok tani, analisis kesenjangan (gap analysis) terkait legalitas kelembagaan, efisiensi rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Dokumen ini juga akan dilengkapi rekomendasi strategis untuk mendukung keberlanjutan pembinaan BUMDes dan kelompok tani. Hasilnya diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah desa dan para pemangku kepentingan dalam merancang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui kolaborasi ini, PT PAU dan Universitas Muhammadiyah Luwuk berupaya mengintegrasikan penguatan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, produktivitas pertanian, dan digitalisasi pemasaran.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mengembangkan usaha desa, serta memperkuat kemandirian ekonomi di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo. TOP/*

Comments
Loading...
error: Content is protected !!