JAKARTA, OKENESIA.COM- Jalur Gaza kembali diguncang serangan udara besar yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam beberapa waktu terakhir. Intensitas serangan tersebut memunculkan kembali ingatan warga pada hari-hari awal perang, ketika pemboman berlangsung tanpa henti dan menimbulkan korban besar di kalangan sipil.
Berdasarkan laporan yang beredar, sedikitnya 31 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Korban berasal dari sejumlah wilayah permukiman yang terdampak langsung oleh gempuran, sementara fasilitas sipil dilaporkan turut mengalami kerusakan. Insiden pilu itu terjadi Sabtu (30/01/2026).
Rekaman video yang tersebar luas di media sosial memperlihatkan situasi memilukan di lokasi kejadian. Warga terlihat berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan, sementara tim medis kewalahan menangani jumlah korban yang terus berdatangan.
Adegan-adegan tersebut mencerminkan beratnya penderitaan yang masih harus dihadapi masyarakat Gaza di tengah situasi yang belum menunjukkan tanda mereda.
Menanggapi eskalasi terbaru ini, pihak perlawanan Palestina menyerukan kepada para mediator internasional dan pihak-pihak penjamin kesepakatan agar mengambil tanggung jawab lebih besar untuk menghentikan agresi. Mereka menilai serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan yang ada.
Selain itu, diserukan pula penguatan peran media internasional serta tekanan dari masyarakat global guna mendorong dihentikannya serangan dan memastikan perlindungan bagi warga sipil. Hingga kini, situasi di Gaza dilaporkan masih tegang, dengan kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi lanjutan. (top/*)