Israel Dilaporkan Kekurangan Rudal Pencegat Balistik di Tengah Eskalasi Konflik Kawasan
JAKARTA, OKENESIA.COM- Situs berita Amerika Semafor melaporkan bahwa Israel saat ini menghadapi kekurangan serius dalam sistem pencegat rudal balistik. Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah pejabat yang mengetahui situasi di Washington.
Dalam laporan tersebut disebutkan, pemerintah Israel telah memberi tahu Amerika Serikat beberapa hari lalu mengenai adanya “kekurangan besar” pada stok rudal pencegat.
Demikian informasi dikutip dari Al-Jazeera.net, Minggu (15/3/2026).
Kondisi ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Israel yang menghadapi serangan dari Iran dan Lebanon, termasuk saling serang menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).
Sumber resmi yang dikutip dalam laporan itu menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat sebenarnya telah mengetahui kekurangan kemampuan pertahanan Israel tersebut sejak beberapa bulan terakhir.
Seorang pejabat Amerika, sebagaimana dikutip oleh harian Israel Yedioth Ahronoth, mengatakan bahwa kekurangan tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menghadapi krisis serupa pada sistem pencegatnya.
“Washington memiliki semua yang dibutuhkan untuk melindungi pangkalan militer serta personel militernya di kawasan,” ujar pejabat tersebut.
Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa Tel Aviv kini tengah berupaya keras mencari solusi untuk menutupi kekurangan dalam persenjataan pertahanannya. Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap rudal pencegat, seiring meningkatnya intensitas konflik dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat maupun Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut.
Sementara itu, kawasan Timur Tengah dilaporkan mengalami peningkatan eskalasi militer sejak 28 Februari lalu, menyusul perang yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran.
Konflik tersebut disebut menelan ratusan korban jiwa, termasuk sejumlah pejabat keamanan tingkat tinggi Iran.
Di sisi lain, Teheran terus melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan pesawat nirawak ke berbagai target Israel. Iran juga disebut menargetkan apa yang mereka sebut sebagai kepentingan Amerika di sejumlah negara Arab. (top/Al-Jazeera/*)