JAKARTA, OKENESIA.COM- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah juru bicara resmi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut adanya pengerahan besar-besaran kekuatan militer Amerika Serikat di sekitar wilayah perbatasan Iran.
Dalam pernyataannya, Rabu (22/4/2026), sumber IRGC mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 160 ribu personel militer Amerika Serikat serta 400 pesawat tempur yang ditempatkan di kawasan tersebut.
“Kami akan segera menghadapi perang yang besar. Ya Allah, tolong masyarakat dan pemimpin Republik Islam Iran,” demikian pernyataan yang disampaikan jubir IRGC.
Pernyataan ini memperkuat indikasi eskalasi konflik yang sebelumnya telah memanas antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebutkan adanya insiden militer, termasuk klaim Iran yang menembak jatuh pesawat tempur dan drone milik AS di wilayahnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait jumlah pasukan maupun pesawat tempur yang disebutkan oleh IRGC. (top/*)