3 Tahun Perang Gaza, Kantor Media Pemerintah Catat 74.250 Korban Tewas
JAKARTA, OKENESIA.COM- Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza merilis pembaruan statistik dampak perang yang disebutnya sebagai genosida terhadap warga Palestina, bertepatan dengan tiga tahun sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023.
Data yang dirilis pada Rabu, 7 Oktober 2026, mencatat sedikitnya 74.250 orang tewas dan 175.278 orang terluka yang telah tiba di rumah sakit selama periode tiga tahun tersebut.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut sekitar 9.500 orang masih hilang, termasuk mereka yang diduga tertimbun di bawah reruntuhan bangunan maupun yang belum diketahui nasibnya.
Dari total korban tewas, sebanyak 21.976 merupakan anak-anak, termasuk 1.125 bayi berusia di bawah satu tahun. Lebih dari 12.500 perempuan juga dilaporkan tewas, termasuk lebih dari 9.000 ibu.
Selain itu, sebanyak 1.723 tenaga medis, 149 personel pertahanan sipil, 262 jurnalis dan lebih dari 194 pegawai pemerintah daerah disebut menjadi korban tewas.
Kantor Media Pemerintah Gaza juga mencatat sekitar 39.022 keluarga terdampak pembantaian. Sebanyak lebih dari 2.700 keluarga disebut telah musnah seluruh anggotanya dari catatan sipil, dengan total 8.574 korban tewas.
Sementara itu, lebih dari 6.020 keluarga disebut hanya menyisakan satu anggota yang selamat, dengan total 12.917 korban tewas.
Krisis kesehatan
Perang juga disebut menyebabkan krisis kesehatan yang sangat parah. Dari 38 rumah sakit di Gaza, hanya 19 yang masih beroperasi dengan kapasitas terbatas.
Jumlah tempat tidur rumah sakit turun menjadi 2.623 dari sebelumnya 3.412 tempat tidur sebelum perang. Sebanyak 96 pusat layanan kesehatan dilaporkan rusak atau hancur dan tidak dapat berfungsi.
Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat 793 serangan terhadap layanan kesehatan, termasuk fasilitas, kendaraan, tenaga medis dan rantai pasokan.
Sebanyak 197 ambulans juga disebut menjadi sasaran serangan, sementara sekitar 70 persen generator listrik fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau tidak dapat berfungsi secara optimal.
Krisis tersebut turut berdampak terhadap pasien penyakit kronis. Sebanyak 84.009 penderita diabetes, termasuk 2.432 anak-anak, disebut bergantung pada insulin yang sulit diperoleh.
Sebanyak 43 persen pasien penyakit ginjal dilaporkan meninggal selama perang. Sementara 676 pasien lainnya disebut masih berjuang mendapatkan layanan cuci darah dengan hanya tersedia 134 mesin di tiga rumah sakit.
Lebih dari 21.000 pasien, termasuk 5.803 anak-anak dan 4.800 pasien kanker, disebut menunggu kesempatan untuk mendapatkan pengobatan di luar Gaza.
Pendidikan ikut hancur
Di sektor pendidikan, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut 97 persen sekolah mengalami kerusakan akibat serangan langsung maupun tidak langsung.
Sebanyak 87 persen bangunan sekolah disebut membutuhkan pembangunan kembali atau rehabilitasi besar. Sebanyak 17 institusi pendidikan tinggi juga dilaporkan mengalami kehancuran sebagian maupun seluruhnya.
Lebih dari 22.000 pelajar disebut tewas selama perang. Selain itu, sekitar 650.000 anak usia sekolah dan lebih dari 90.000 mahasiswa disebut kehilangan akses terhadap pendidikan.
Lebih dari 1.100 guru dan tenaga pendidikan serta 194 akademisi, ilmuwan dan peneliti juga dilaporkan tewas.
Jutaan warga mengungsi
Dalam sektor permukiman, sebanyak 227.703 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, dengan sekitar 510.000 unit hunian terdampak.
Dari jumlah tersebut, 335.000 bangunan dan unit hunian disebut hancur total. Sebanyak 75.000 lainnya rusak berat dan tidak layak dihuni.
Kantor Media Pemerintah Gaza memperkirakan lebih dari 350.000 keluarga membutuhkan tempat tinggal, sementara sekitar 162.000 tenda dinilai telah rusak dan tidak layak digunakan.
Lebih dari dua juta warga disebut mengalami pengungsian akibat kebijakan pemindahan paksa.
Infrastruktur dan ekonomi
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur dasar. Sebanyak 725 sumur air utama dan 134 proyek penyediaan air bersih dilaporkan rusak.
Jaringan listrik sepanjang sekitar 5.080 kilometer serta 2.285 transformator listrik disebut hancur. Selain itu, lebih dari 700 kilometer jaringan air dan jaringan pembuangan limbah masing-masing dilaporkan mengalami kerusakan.
Lebih dari tiga juta meter jaringan jalan dan ruas jalan juga disebut rusak.
Sektor pertanian turut mengalami dampak besar. Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut lebih dari 87 persen lahan pertanian mengalami kerusakan. Sebanyak 8.700 sumur pertanian dan 3.828 kolam pertanian dilaporkan rusak.
Produksi sayuran dan buah-buahan yang sebelumnya mencapai sekitar 524.000 ton per tahun disebut merosot menjadi sekitar 20.000 ton sayuran.
Kerugian lebih dari 80 miliar dolar
Secara keseluruhan, Kantor Media Pemerintah Gaza memperkirakan total kerugian langsung awal akibat perang mencapai lebih dari 80 miliar dolar AS.
Sektor perumahan menjadi salah satu yang mengalami kerugian terbesar, diperkirakan sekitar 34 miliar dolar AS.
Sementara kerugian sektor kesehatan diperkirakan sekitar 6 miliar dolar AS, pendidikan 4 miliar dolar AS, pertanian 4 miliar dolar AS, perdagangan 5 miliar dolar AS dan industri sekitar 4 miliar dolar AS.
Kerugian sektor listrik diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS, telekomunikasi dan internet sekitar 3 miliar dolar AS, transportasi 3 miliar dolar AS, serta sektor pelayanan dan pemerintah daerah sekitar 6 miliar dolar AS.
Kantor Media Pemerintah Gaza juga menyebut lebih dari 230.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Jalur Gaza selama tiga tahun perang.
Data tersebut merupakan statistik yang dirilis Kantor Media Pemerintah Gaza pada 7 Oktober 2026, mencakup periode 7 Oktober 2023 hingga 7 Oktober 2026. TOP/*