BANGGAI, OKENESIA.COM- Polsek Lamala bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga titik wilayah Desa Lonas, perbatasan Kecamatan Mantoh dan Kecamatan Balantak Selatan, Kamis (8/10/2026).
Kapolsek Lamala, IPTU I Wayan Sukarman, langsung menginstruksikan Bhabinkamtibmas Brigpol Frans Richard R. Tompa mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 08.30 WITA.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Bhabinkamtibmas bersama warga menuju tiga titik kebakaran, yakni di belakang permukiman Desa Lonas, perkebunan O’an, dan perkebunan Po’poan.
Dari tiga titik tersebut, dua lokasi berhasil dipadamkan. Sementara itu, api di perkebunan Po’poan masih dalam penanganan karena kondisi medan berupa jurang dan tebing menyulitkan proses pemadaman.
“Dua titik kebakaran berhasil dipadamkan, sedangkan satu titik di perkebunan Po’poan masih dalam penanganan. Kondisi medan berupa jurang dan tebing menyulitkan,” tutur IPTU Wayan.
Meski menghadapi medan yang sulit dan keterbatasan peralatan, Bhabinkamtibmas bersama personel TNI, pemerintah desa, dan masyarakat terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas.
Berdasarkan keterangan sejumlah pemilik lahan, kebakaran diduga berasal dari api yang merambat dari kawasan hutan di wilayah perbatasan Desa Lonas, Kecamatan Mantoh, dan Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan.
Kapolsek Lamala mengungkapkan, luas lahan perkebunan produktif dan kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare. Kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp15 juta.
“Lahan perkebunan produktif dan kawasan hutan diperkirakan terbakar seluas kurang lebih empat hektare, dengan kerugian materiil ditaksir Rp15 juta,” terangnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan mudah terbakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. TOP/*