RS Assyifa Hancur, Klinik Salam di Kota Gaza Beroperasi Layani Pasien

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina mengaktifkan kembali Klinik Salam yang terletak di wilayah Al-Sabra, Kota Gaza. Fasilitas kesehatan semacam puskesmas ini dipaksakan kembali beroperasi pasca-kehancuran total sistem kesehatan di Kota Gaza dan bagian utaranya, terutama pasca hancurnya Rumah Sakit Assyifa, rumah sakit terbesar di Gaza.

Klinik Salam di lingkungan Al-Sabra Kota Gaza tersebut dilengkapi dengan laboratorium analisis klinis. Saat ini, mampu memberikan pengobatan. “Mengingat kondisi kesehatan yang sulit di Jalur Gaza utara yang terkepung, mereka telah melakukan tindakan medis. Pusat kesehatan dan laboratorium Salam dapat diaktifkan kembali, hal ini dimungkinkan melalui upaya komite darurat dan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina,” ungkap Direktur Klinik Salam, Hani al-Ghoul, Selasa (16/4/2024).

Pusat Kesehatan Salam melayani wilayah luas di barat daya Kota Gaza itu didirikan 50 tahun yang lalu, belum menyediakan layanan medis apa pun di laboratorium ini selama bertahun-tahun. Sebab,  ada pusat kesehatan yang lebih baik di wilayah ini. Namun, kini klinik ini sudah siap memberikan layanannya.

Hani al-Ghoul menambahkan bahwa hal ini merupakan satu-satunya laboratorium di Kota Gaza setelah Rumah Sakit Baptis Al Ahli dan Klinik Al Zaitoon dihancurkan militer Israel.

Al-Ghoul mengatakan, laboratorium tersebut memberikan layanan kepada sekitar 60 pasien setiap harinya.

“Pemerintah pusat berupaya keras untuk memperluas daftar tes yang mencakup ginjal dan hati, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat lebih banyak dari layanan laboratorium. Apalagi sekarang Rumah Sakit Assyifa telah dihancurkan,” ungkapnya.

Al-Ghoul kemudian menekankan pentingnya pembangunan laboratorium tersebut untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada warga di wilayah yang beberapa kali menjadi sasaran serangan darat. “Ada empat analis medis yang bekerja di laboratorium. Termasuk dua orang relawan,” demikian Hani al-Ghoul dikutip dari WAG Palestine Supporter Group. (top/*)

Comments
Loading...