JAKARTA, OKENESIA.COM- Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan sedikitnya 21 orang syahid dan 38 lainnya luka-luka dalam kurun waktu satu jam terakhir, akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut di sejumlah wilayah Jalur Gaza, sejak pagi Rabu (4/2/2026). Data tersebut masih bersifat awal dan diperkirakan akan terus bertambah.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan Gaza, total korban gugur sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober lalu telah mencapai 556 orang. Sementara itu, secara kumulatif sejak awal agresi Israel, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 71.824 orang, dengan 171.608 warga lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian menegaskan bahwa eskalasi kekerasan ini terjadi di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata, dengan sasaran serangan yang disebut menyasar warga sipil, termasuk anak-anak dan tenaga medis, serta mengabaikan berbagai keputusan dan kesepakatan internasional yang berlaku.
Di tengah situasi tersebut, pihak-pihak Palestina menyatakan bahwa para mediator dan negara-negara penjamin perjanjian gencatan senjata memikul tanggung jawab besar untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran dan serangan terhadap rakyat Palestina.
Mereka memperingatkan bahwa berlanjutnya pelanggaran ini dapat mengancam keberlangsungan gencatan senjata dan menghambat pelaksanaan tahap kedua perjanjian.
Selain itu, berbagai organisasi dan faksi Palestina menyerukan lanjutan mobilisasi, aksi, dan solidaritas rakyat guna menyoroti pelanggaran Israel serta menekan penghentian agresi. Seruan ini disampaikan untuk mencegah pembunuhan harian terhadap warga Jalur Gaza yang disebut tidak pernah benar-benar berhenti sejak gencatan senjata diumumkan. (top/*/YPSP)