BANGGAI, OKENESIA.COM- Di tengah dinamika politik yang kerap mempertemukan sekaligus memisahkan jalan perjuangan, persahabatan dua politisi senior Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap dan Sukri Djalumang, tetap terawat oleh waktu.
Momen kebersamaan keduanya terekam dalam rapat paripurna DPRD Banggai yang membahas penyampaian Bupati Banggai atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 serta Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (15/6/2026) malam.
Dalam bingkai foto yang sederhana, tersimpan kisah panjang perjalanan politik dua sahabat yang pernah berjuang di bawah panji yang sama.
Irwanto Kulap dan Sukri Djalumang pernah duduk bersama sebagai anggota DPRD Banggai dari Partai Golkar pada periode 2009-2019.
Namun perjalanan politik membawa keduanya pada persimpangan yang berbeda. Pada 2015, Sukri Djalumang memilih mengundurkan diri dari DPRD Banggai untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah berpasangan dengan Sofhian Mile.
Langkah besar itu menjadi bagian dari ikhtiar politik yang sayangnya belum berujung kemenangan.
“Perjalanan menuju puncak harapan memang tidak selalu berakhir di tujuan yang diinginkan. Tetapi dari setiap langkah, selalu ada pengabdian yang terus dilanjutkan,” ungkap Irwanto Kulap mengenang sahabat sekaligus seniornya itu.
Pasca-Pilkada 2015, Sukri Djalumang bergabung dengan Partai NasDem dan hingga kini tetap dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Banggai untuk periode 2019-2024 dan periode keanggotaan 2024-2029.
Meski kini berada di rumah politik yang berbeda, hubungan keduanya tetap hangat.
Perbedaan warna partai tidak menjadi sekat bagi persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Bagi Irwanto, politik sejatinya bukan hanya tentang kompetisi dan perbedaan pilihan, melainkan tentang kesamaan tujuan untuk membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Walaupun sudah berbeda partai, tetapi tetap satu tujuan, yakni membangun daerah menuju kesejahteraan rakyat Kabupaten Banggai,” tuturnya.
Momen keduanya berpose dengan balutan batik itu di rapat paripurna yang dipandu Ketua DPRD Banggai, Saripudin Tjatjo, didampingi Wakil Ketua I Wardani Murad Husain dan Wakil Ketua II I Putu Gumi, serta dihadiri para anggota DPRD Banggai dan jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai.
Di ruang sidang itu, di antara tumpukan dokumen anggaran dan pembahasan pembangunan daerah, terselip pesan yang lebih dalam: bahwa persahabatan sejati tidak selalu ditentukan oleh kesamaan kendaraan politik.
Sebab, ketika tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat, perbedaan jalan justru dapat bermuara pada cita-cita yang sama. TOP