Program MBG Perkuat Kepuasan Masyarakat di Pemerintahan Prabowo-Gibran

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Makan Bergizi Gratis (MBG), program terdepan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati urutan pertama alasan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.

Indikasi demikian berdasarkan hasil rilis survei nasional bertajuk ‘Evaluasi Kinerja Pemerintah & Program Prioritas’ oleh Lembaga survei independent, Poltracking Indonesia. Rilis itu berdasarkan hasil dari periode survei tatap muka pada tanggal 2 hingga 8 Maret 2026, dengan jumlah 1.220 responden.

Responden yang menjadi sasaran survei adalah mereka yang telah memberikan kepuasan atas kinerja Presiden Prabowo Subianto saat ini. Jawaban responden puas dan sangat puas. Nah, MBG ini adalah program yang paling mempengaruhi kepuasan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Persentase program MBG, salah satu paling mempengaruhi tingkat kepuasaan publik mencapai 23,0 persen. Disusul bantuan pemerintah tepat sasaran (13,8 persen), kepemimpinaan tegas dan berwibawa (10,2 persen).

Pendidikan, kebebasan berpendapat, politik dan keaamanan stabil serta penegakan hukum diakui responden sebagai alasan penting kinerja pemerintahan. Sayangnya, persentasenya berada di posisi paling bawah. Meskipun responden mengakui kepuasan kinerja.

Poltracking Indonesia juga merilis apakah pemerintahan di bawah kendali Prabowo-Gibran berhasil atau tidak berhasil dalam menangani beragam masalah di negeri ini.

Beberapa masalah itu di antaranya; menjaga kerukunan antar umat beragama. Tujuh puluh tujuh koma delapan persen memberikan jawaban berhasil dan 10,6 persen menjawab tidak. Selebihnya, 11,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Masalah di sektor pertanian dan Perkebunan. Responden memberikan jawaban bahwa 63,5 persen memberikan jawaban berhasil, 19,4 persen menjawab tidak berhasil, 17,1 persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.

Demikian halnya dengan perikanan, perairan dan kelautan. Jawaban berhasil dengan persentase 52,0 persen, dan 19,6 persen menjawab tidak berhasil. Dua puluh delapa koma empat persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.

Pengendalian harga kebutuhan pokok, separuh responden menganggap berhasil (47,1 persen) dan 41,7 persen menilai tidak berhasil. Jawaban tidak tahu atau tidak menjawab, 11,2 persen.

Penciptaan lapangan pekerjaan, 45,4 persen responden menilai berhasil. Empat puluh  koma nol persen menilai tidak berhasil, 12,6 persen tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Masalah penurunan angka kemiskinan, 41,3 persen menilai berhasil, dan 45,8 berhasil menilai tidak berhasil, 12,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab. (top)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!