Al-Aqsa Hadapi Ancaman Yahudisasi

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Masjid Al-Aqsa disebut tengah menghadapi ancaman serius menyusul dugaan rencana pemerintah Israel dan kelompok pemukim ekstremis untuk menciptakan “realitas baru” di kawasan masjid suci tersebut dalam waktu dekat.

Dalam seruan yang beredar luas, sejumlah pihak menilai langkah tersebut sebagai eskalasi paling berbahaya sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.

Rencana itu disebut tidak hanya berupa penyerbuan biasa, tetapi juga dinilai mengancam identitas, kesucian, dan
kedaulatan Islam atas Masjid Al-Aqsa.

Beberapa agenda yang disebutkan dalam seruan tersebut antara lain upaya penyerbuan pemukim ke kawasan Al-Aqsa pada hari Jumat, yang disebut belum pernah terjadi sejak pendudukan Yerusalem.

Selain itu, disebut pula adanya rencana memasuki bangunan utama masjid, termasuk Kubah Shakhrah dan Masjid Qibli.

Tidak hanya itu, kelompok pemukim juga dituding berencana mengibarkan bendera Israel, menyanyikan lagu-lagu Zionis di halaman Masjid Al-Aqsa, memperluas waktu penyerbuan harian, hingga menghubungkan “Pawai Bendera” dengan kawasan masjid suci tersebut.

Menanggapi situasi itu, seruan penolakan disampaikan kepada para ulama, anggota parlemen, partai politik, lembaga masyarakat, tokoh berpengaruh, dan masyarakat internasional agar mengambil langkah nyata untuk menghentikan pelanggaran terhadap Al-Aqsa.

Seruan tersebut mencakup desakan untuk menyatakan kecaman terbuka, meningkatkan tekanan politik dan media, menggelar aksi massa dan demonstrasi, serta memperluas pemberitaan internasional mengenai kondisi di Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, pemerintah dan lembaga internasional juga didesak segera bertindak guna mencegah perubahan status quo di kawasan Masjid Al-Aqsa yang selama ini menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik Israel dan Palestina.

Pernyataan itu menegaskan bahwa situasi yang berkembang saat ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap identitas sejarah dan kedudukan religius Masjid Al-Aqsa, sehingga membutuhkan respons bersama dari berbagai elemen masyarakat, politik, dan media internasional. TOP/*

Comments
Loading...
error: Content is protected !!