Pagar Seng Eks Pasar Sentral Luwuk Rubuh Diterjang Angin, Warga Soroti Anggaran Ratusan Juta

0

BANGGAI, OKENESIA.COM- Pagar seng yang mengelilingi areal eks Pasar Sentral Luwuk dilaporkan rubuh setelah diterjang angin kencang pada Rabu malam (24/6/2026). Eks lahan Pasar Sentral Luwuk itu berdiri di luasan 5.666 meter persegi.

Anggaran pagar yang dibangun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025 yang melekat pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banggai itu diketahui menelan biaya Rp119.328.075.

Anggaran itu untuk membiayai program pembangunan pagar di Pasar Sentral Luwuk. Kontraktor pelaksananya adalah CV. Misaki Energi Indonesia.

Pantauan di lokasi, pagar setinggi sekitar 1,8 meter tersebut rubuh di beberapa titik.

Di sisi utara yang berada di Jalan S. Parman, Luwuk, pagar ambruk sepanjang kurang lebih 50 meter. Sementara di sisi selatan, tepatnya di Jalan Sugiono, pagar juga roboh dengan panjang diperkirakan lebih dari 20 meter.

Pagar berbahan atap seng itu dibangun mengelilingi areal eks Pasar Sentral Luwuk yang sebelumnya hangus dilalap si jago merah pada Minggu, 8 Desember 2024.

Berdasarkan informasi warga setempat, pagar roboh setelah kawasan tersebut diterjang angin kencang pada Rabu malam.

Hasil penelusuran Okenesia.com di lapangan menunjukkan, tiang penyangga pagar yang menggunakan kayu berukuran 5 x 7 sentimeter dinilai kurang mampu menopang beban saat diterpa angin kencang, sehingga menyebabkan pagar ambruk.

Pagar tersebut dibangun sebagai pembatas untuk mencegah pedagang maupun pihak tertentu memanfaatkan lahan eks pasar yang kini dalam kondisi kosong.

Namun, ambruknya pagar tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga. Mereka menyoroti manfaat pembangunan pagar dengan anggaran ratusan juta rupiah yang dinilai hanya menjadi pemborosan anggaran daerah. TOP

Comments
Loading...
error: Content is protected !!