Nominator IGA 2026, Bupati Amirudin Paparkan 107 Inovasi Daerah
BANGGAI, OKENESIA.COM- Kabupaten Banggai menjadi salah satu nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Dalam tahapan penilaian tersebut, Bupati Banggai, Amirudin mempresentasikan strategi penguatan ekosistem inovasi daerah dan penerapan inovasi unggulan daerah secara virtual, elasa (3/11/2026).
Mengangkat tema “Strategi Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah dan Penerapan Inovasi Unggulan Daerah”, Amirudin memaparkan berbagai kebijakan, capaian, serta program inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banggai.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah peningkatan jumlah inovasi daerah yang mencapai 107 inovasi pada 2026. Jumlah tersebut meningkat 409,5 persen dibandingkan 2023 yang hanya mencatat 21 inovasi.
Peningkatan jumlah inovasi tersebut turut mendongkrak Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Banggai dari 50,65 pada 2023 menjadi 79,16 pada 2026.
Bahkan, Kabupaten Banggai berhasil meningkatkan predikat dari kategori Inovatif menjadi Sangat Inovatif pada 2025 dan 2026. Pada tingkat nasional, peringkat inovasi Banggai juga meningkat dari posisi 116 pada 2023 menjadi posisi 50 pada 2025.
Dalam presentasinya, Amirudin juga memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi melalui penerbitan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2022 tentang Inovasi Daerah serta pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.
Penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas ASN, pelajar, mahasiswa, dan jurnalis dalam melahirkan inovasi.
Pemerintah daerah juga memperkuat kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dua inovasi unggulan yang turut dipaparkan adalah Mobil Bapak Tatu dan SIPERMAN.
Mobil Bapak Tatu merupakan inovasi non-digital berupa pelayanan pajak daerah dengan sistem jemput bola.
Melalui program ini urai Amirudin, masyarakat dapat mengakses layanan pendaftaran, pelaporan, pembayaran, hingga konsultasi pajak daerah tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Sementara SIPERMAN (Sistem Penyelenggaraan Perumahan Permukiman) merupakan inovasi digital untuk memperkuat tata kelola data perumahan dan kawasan permukiman.
Sistem ini kata dia, menggunakan pendataan berbasis By Name By Address dan koordinat guna meningkatkan akurasi data, ketepatan sasaran bantuan, serta transparansi pelayanan.
Kedua inovasi tersebut juga telah direplikasi oleh sejumlah daerah di Indonesia. Mobil Bapak Tatu direplikasi oleh Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Kolaka, Bualemo, Bantul, dan Kota Denpasar. Sementara SIPERMAN direplikasi oleh daerah yang sama.
Selain inovasi unggulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai mengembangkan berbagai inovasi untuk menjawab persoalan strategis daerah, seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan PAD, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Melalui keikutsertaan dalam IGA 2026, Kabupaten Banggai berupaya menunjukkan bahwa inovasi daerah bukan sekadar program atau capaian administratif, melainkan instrumen untuk menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Inovasi Menjawab Persoalan Daerah
Pengembangan inovasi di Kabupaten Banggai diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan strategis daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Sejumlah inovasi lainnya turut dikembangkan, antara lain Gallery Online untuk memperluas pemasaran produk UMKM, BUMDes MAMA untuk penguatan ekonomi desa, Bingkelek untuk mendukung sektor perikanan, serta Mantri Healing untuk mendekatkan pelayanan kesehatan hewan
Di sisi lain, capaian indikator makro Kabupaten Banggai pada 2025 juga menunjukkan sejumlah perkembangan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,78 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,07 persen, angka kemiskinan 6,23 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 73,44 poin.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 tercatat sekitar Rp305,26 miliar, meningkat 31,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski mencatat peningkatan jumlah dan indeks inovasi, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap inovasi tidak sekadar menjadi capaian administratif atau penghargaan, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat keberlanjutan program, memperluas kolaborasi, serta memastikan inovasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. TOP