Wejangan Nabi Yusuf dari Tuan Guru Babussalam Langkat untuk Anies Baswedan

Anies Baswedan saat silaturahmi ke Tuan Guru Babussalam Langkat. Foto: Istimewa
0 81

Langkat, Okenesia.com – Calon Presiden dari Partai Nasdem, Anies Baswedan mengunjungi Tuan Guru Babussalam, Syekh Zikmal Fuad di Langkat. Dalam kunjungan itu, Anies mendapat wejangan kisah Nabi Yusuf.

“Izinkan kami menyampaikan terima kasih atas waktu kesempatan untuk kami bisa bersilaturahmi,” ucap Anies kepada Tuan Guru Babussalam, Sabtu (5/11/2022).

Baca juga : Sambut Anies Baswedan, Warga Berdatangan dari Aceh, Sumbar dan Riau ke Medan

Kami mendapat amanat baru yang tak pernah diikhtiarkan, saat dapat amanat, ibu berkata kalau keinginanmu jangan dijalankan kalau dari umat maka jalankan. Dan kunjungan ke Medan tak pernah lengkap tanpa berada di Besaalam. Kami ingin mendapatkan nasehat hikmah dan doa agar bisa didekatkan dengan ikhlas, amanah, sidiq, fatonah, dan tablig

Anies Baswedan Calon Presiden RI 2024

Anies juga mengungkapkan niat dan tujuannya mengunjungi Langkat, di mana dia ingin menyampaikan terima kasih atas seluruh doa dan dukungan yang diberikan Tuan Guru Babussalam saat Anies menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Kedatangan kami, pertama kami sampaikan rasa syukur bahwa amanat yang kami emban kemarin berjalan dengan baik, kedua kami berterima kasih atas doa dari Tuan Guru, karena selama kami di Jakarta sering bertemu situasi jalan buntu, lalu berkat doa yang dipanjatkan, Allah bukakan pintu baru jalan keluar yang tak terduga,“ ungkap Anies.

Selain itu, Anies juga berharap mendapat nasehat dari Tuan Guru. Terlebih dia sekarang mendapatkan amanat baru sebagai Capres dari Partai Nasdem.

Baca juga : PKS Ingin Cawapres Anies Baswedan Dipilih Secara Rasional dan Objektif

“Kami mendapat amanat baru yang tak pernah diikhtiarkan, saat dapat amanat, ibu berkata kalau keinginanmu jangan dijalankan kalau dari umat maka jalankan. Dan kunjungan ke Medan tak pernah lengkap tanpa berada di Besaalam. Kami ingin mendapatkan nasehat hikmah dan doa agar bisa didekatkan dengan ikhlas, amanah, sidiq, fatonah, dan tablig,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Tuan Guru Babussalam memberikan wejangan berupa kisah dari Nabi Yusuf yang mengalami berbagai cobaan, namun tak pernah asa dan akhirnya mendapat akhir bahagia, yakni menjadi pemimpin tertinggi di sebuah negeri.

“Nabi Yusuf itu kalau gak karena dia mendapatkan perlakuan iri dengki, maka dia tak akan dibuang ke sumur. Begitu juga saat dia di penjara karena dia tak ingin menuruti nafsunya, hingga akhirnya semua kesabaran tersebut membuahkan akhir yang baik saat beliau menjadi raja,” jelasnya.

Source Sindownews
Comments
Loading...