BANGGAI, OKENESIA.COM- Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) mulai menunjukkan hasil bagi warga Desa Kayowa, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai.
Melalui Kelompok Usaha Bersama Ayam Lestari, masyarakat setempat kini mampu mengembangkan usaha ayam petelur yang hasilnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan telur di wilayah sekitar.
Program tersebut menjadi salah satu agenda dalam Media Visit Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) yang diselenggarakan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field di Desa Kayowa, Jumat (2/10/2026).
Kelompok Usaha Bersama Ayam Lestari mulai menjalankan program tersebut sejak 2025. Lokasi kandang berada cukup jauh dari permukiman warga, namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat anggota kelompok untuk mengembangkan usaha.
Joni, anggota Kelompok Usaha Bersama Ayam Lestari, mengatakan bantuan awal yang diberikan Pertamina EP Donggi Matindok berupa 200 ekor ayam petelur.
Saat ini, sekitar 184 ekor ayam masih dipelihara kelompok. Ayam-ayam tersebut telah memasuki usia produksi dan telur yang dihasilkan dipasarkan secara lokal.
“Awalnya kami mendapat bantuan 200 ekor ayam. Sekarang sekitar 184 ekor. Telurnya kami pasarkan secara lokal dan setiap hari hasil penjualan dibagi untuk anggota kelompok,” kata Joni.
Menurutnya, produksi telur saat ini mencapai sekitar 150 butir per hari. Hasil tersebut langsung dipasarkan kepada masyarakat sekitar sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.
Bantuan yang diberikan Pertamina EP Donggi Matindok tidak hanya berupa ayam, tetapi satu paket dengan pembangunan kandang berukuran sekitar 3,5 meter x 30 meter. Mesin pompa air hingga tandon sebagai penampungan air juga disediakan.
Pada tahap awal, kebutuhan pakan juga masih mendapat dukungan manajemen. Namun, seiring berkembangnya usaha, kelompok kini mulai mampu memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri.
Joni menyampaikan apresiasinya kepada PT Pertamina EP Donggi Matindok hingga pemerintah setempat yang telah memberikan dukungan kepada kelompok sejak awal pengembangan usaha.
“Kami berterima kasih kepada PT Pertamina EP Donggi Matindok dan Kepala Desa Kayowa. Bantuan ini sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Dedi, Relation Pertamina EP Donggi Matindok, mengatakan program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun pemberdayaan dan pelibatan masyarakat agar kelompok mampu berkembang secara mandiri.
“Yang kami bangun adalah pemberdayaan dan pelibatan masyarakat. Harapannya, kelompok ini bisa mandiri dan terus berkembang,” katanya.
Selain memberikan sarana dan prasarana, manajemen PT Pertamina EP Donggi Matindok juga memberikan edukasi kepada anggota kelompok terkait pengembangbiakan ayam petelur, kesehatan ternak serta tata cara beternak yang baik dan benar.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.
Manajemen Pertamina EP Donggi Matindok menyebut program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangkitkan ekonomi lokal melalui keterlibatan langsung masyarakat.
Dengan pengelolaan yang semakin mandiri, usaha ayam petelur Kelompok Lestari diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan telur di tingkat lokal, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kayowa. TOP