Simpati Warga Amerika Bergeser, Generasi Muda Kini Lebih Pro-Palestina, Data Gallup 2026

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Tren opini publik Amerika Serikat terhadap konflik Israel-Palestina menunjukkan pergeseran signifikan. Survei terbaru Gallup World Affairs 2026 mencatat, untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, simpati warga AS terhadap Palestina melampaui Israel secara nasional.

 

 

Data grafik tren opini publik hasil survey ini diterima Okenesia.com melalui akun X milik Tamer, Sabtu (28/2/2026).

Dalam hasil survei 2026, sebanyak 41 persen responden menyatakan lebih bersimpati kepada Palestina, sementara 36 persen kepada Israel. Angka ini menandai pembalikan tren panjang sejak awal 2000-an, ketika dukungan terhadap Israel secara konsisten berada di kisaran 50-60 persen dan simpati terhadap Palestina hanya sekitar 15-20 persen.

Perubahan paling mencolok terlihat pada kelompok usia 18-34 tahun. Pada 2026, sebanyak 53 persen responden muda menyatakan lebih bersimpati kepada Palestina, sementara hanya 23 persen yang berpihak pada Israel.

Padahal, pada periode 2001–2018, generasi muda cenderung lebih banyak mendukung Israel dengan angka stabil di atas 50 persen. Namun sejak 2020, grafik menunjukkan penurunan konsisten pada simpati terhadap Israel, beriringan dengan kenaikan tajam dukungan terhadap Palestina.

Data ini menegaskan adanya kesenjangan pandangan antargenerasi di Amerika Serikat. Sementara kelompok usia lebih tua masih relatif lebih condong ke Israel, generasi muda menunjukkan kecenderungan kuat yang berlawanan.

Pengamat menilai, perubahan ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam jangka Panjang. Terutama jika preferensi generasi muda saat ini berlanjut hingga mereka mendominasi basis pemilih.

Gallup mencatat bahwa persentase responden yang menjawab “keduanya”, “tidak keduanya”, atau tidak memiliki opini tidak ditampilkan dalam grafik tren tersebut.

Pergeseran opini ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik Amerika terhadap dinamika konflik Timur Tengah, serta intensitas pemberitaan dan diskursus di media sosial dalam beberapa tahun terakhir.

Jika tren ini berlanjut, lanskap politik dan diplomasi Amerika terhadap konflik Israel-Palestina dapat mengalami perubahan signifikan dalam dekade mendatang. (top/*)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!