Tokoh Islam Indonesia Serukan Aliansi Kemanusiaan Global, Ajak Umat Tak Terprovokasi Isu Sunni-Syiah

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Sejumlah tokoh Islam lintas organisasi di Indonesia menyerukan pembentukan aliansi kemanusiaan global guna merespons konflik di Timur Tengah yang kian memanas.

Seruan tersebut juga menekankan pentingnya persatuan umat Islam serta mengimbau agar tidak terhasut propaganda yang memecah belah, khususnya terkait perbedaan Sunni dan Syiah.

Deklarasi ini disampaikan oleh Din Syamsuddin bersama 53 ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim dari berbagai organisasi, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Dalam pernyataan bersama bertajuk Aliansi Global Kemanusiaan, para tokoh menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu tragedi kemanusiaan baru, di tengah krisis yang belum usai di Gaza, Palestina.

Mereka menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, serta hak asasi manusia. Bahkan, aksi militer yang terjadi pada bulan suci Ramadan disebut berpotensi sebagai kejahatan kemanusiaan yang dapat memicu eskalasi konflik global lebih luas.

“Jika tidak segera dihentikan, perang ini berpotensi menyulut konflik global dengan dampak yang lebih besar bagi peradaban dunia,” demikian salah satu poin pernyataan.

Para tokoh juga menegaskan bahwa Islam merupakan agama perdamaian dan keadilan, sehingga mendesak dilakukannya ishlah syamilah atau perbaikan menyeluruh, melalui penghentian perang secara total dan penyelesaian konflik secara adil.

Selain itu, mereka mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beserta lembaga terkait seperti Dewan Keamanan PBB,

Mahkamah Internasional (ICJ), dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai penyebab konflik.

Seruan tersebut juga ditujukan kepada para pemimpin negara-negara Islam agar memperkuat solidaritas dan persatuan dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap dunia Islam.

Mereka diingatkan untuk mengedepankan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan mengesampingkan perbedaan yang dapat memicu perpecahan.

Kepada umat Islam di seluruh dunia, para tokoh mengajak untuk tidak terjebak dalam politik adu domba (divide et impera) yang mempertentangkan Sunni dan Syiah, maupun perbedaan etnis seperti Arab dan Persia.

“Selama umat Islam berpegang pada Al-Qur’an dan menghadap kiblat yang sama, maka sejatinya adalah satu umat,” bunyi pernyataan tersebut.

Seruan ini juga menyoroti pentingnya menjadikan konflik Timur Tengah sebagai momentum introspeksi bagi dunia Islam untuk memperkuat solidaritas internal dan membangun kerja sama global dengan bangsa-bangsa yang menjunjung perdamaian dan keadilan.

Sejumlah tokoh nasional turut menandatangani pernyataan ini, di antaranya Jusuf Kalla, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, serta tokoh lintas organisasi Islam dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, dan lainnya.

Melalui deklarasi ini, para tokoh berharap terbentuknya tata dunia baru yang lebih damai, adil, dan beradab melalui kolaborasi global berbasis nilai-nilai kemanusiaan. (top/*)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!