JAKARTA, OKENESIA.COM- Sedikitnya empat warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan yang melibatkan pemukim Israel dan pasukan militer Israel di Desa Tel, wilayah selatan Nablus, Tepi Barat, pada Jumat (24/7/2026).
Informasi yang diterima Okenesia.com dari kanal Telegram Ultra Palestine menyebutkan, Kepala Desa Tel, Walid Zidan, mengatakan sekitar 20 pemukim Israel menyerang desa tersebut antara pukul 07.30 hingga 08.00 waktu setempat.
Setelah itu, kelompok pemukim bergerak menuju kawasan Al-Qabalah dan melanjutkan aksi mereka.
Menurut Zidan, warga desa berusaha melindungi rumah-rumah yang menjadi sasaran serangan.
Adu mulut antara warga dan para pemukim kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik ketika warga mencoba menghalau serangan.
Di tengah insiden itu, militer Israel mengklaim seorang warga Palestina merebut senjata milik seorang pemukim dan melepaskan tembakan. Namun, menurut keterangan lain yang disampaikan Zidan, justru pasukan Israel yang melepaskan tembakan ke arah seluruh orang yang berada di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, empat warga Palestina dari keluarga Ramadan dilaporkan gugur. Korban terdiri atas dua saudara kandung dan dua sepupu.
Selain itu, tiga warga lainnya mengalami luka-luka, dengan satu korban menderita luka di bagian perut dan masih menjalani operasi, sementara dua korban lainnya mengalami luka di kaki.
Zidan mengatakan hingga kini pemakaman para korban belum dapat dilaksanakan karena militer Israel masih mengepung Desa Tel setelah memasuki wilayah tersebut.
Ia juga menuding adanya hasutan dari para pemimpin Israel yang memicu meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.
Menurutnya, para pemukim menyerang warga Palestina, merusak rumah, dan merampas lahan sehingga warga tidak memiliki pilihan selain membela diri.
“Kami menuntut adanya perlindungan internasional bagi warga Desa Tel dari serangan para pemukim yang terus berlanjut,” ujar Zidan. TOP/ULTRAPALESTINE