Tentara Israel Larang Tenaga Medis Rumah Sakit Assyifa Beri Perawatan Pasien

0

JAKARTA, OKENESIA.COM- Hingga saat ini, militer Israel masih mengepung Rumah Sakit Assyifa yang terletak di kawasan Rimal Utara, Jalur Gaza, Kegubernuran Gaza. Pengepungan ini adalah kali kedua yang dilakukan tentara Israel sejak perang genosida ‘Badai Al-Aqsha’ 7 Oktober 2023.

Ketika medio November 2023, militer Israel melakukan pengepungan terhadap Rumah Sakit Assyifa. Pengepungan itu, karena Israel mengklaim rumah sakit terbesar dan menjadi pusat pengobatan warga Jalur Gaza, Palestina itu digunakan oleh Hamas dan sayap militernya sebagai pusat komando. Bahkan, militer Israel mengklaim rumah sakit itu sebagai gudang senjata.

Belakangan, klaim itu dibantah seluruh tenaga medis di Rumah Sakit Assyifa. Kelompok bersenjata pun membantah bahwa tak menjadikan rumah sakit sebagai pusat komando maupun menjadikan menusia sebagai perisai hidup.

Pengepungan kali kedua juga klaim serupa. Sejak beberarap hari belakang, militer Israel masih mengepung Rumah Sakit Assyifa. Tank, drone dan pasukan bersenjata lengkap mengitari rumah sakit tersebut.

Meskipun telah mengepung dalam kurun waktu beberapa hari ini, militer Israel belum menemukan hasil atas klaim tersebut.

Euro-Med Monitor melaporkan kondisi yang sedang berlangsung di Rumah Sakit Assyifa. “Tentara Israel menahan staf medis, termasuk dokter dan perawat, di dalam kompleks Rumah Sakit Assyifa, mencegah mereka memberikan perawatan penting,” demikian laporan Euro-Med Monitor, Kamis (21/3/2024).

Pasien merana tanpa perhatian medis. Euro-Med Monitor mendokumentasikan kematian tiga pasien.

Kekejaman Israel yang sedang berlangsung di Rumah Sakit Assyifa telah mengakibatkan kematian lebih dari 200 warga Palestina. Termasuk warga sipil. Banyak di antara mereka yang sengaja dibunuh atau dieksekusi di luar proses hukum setelah penangkapan yang mencerminkan pola kekerasan sistemik.

“Pasukan Israel mengevakuasi puluhan pasien dari beberapa bangunan di Rumah Sakit Assyifa, sementara beberapa pasien kritis dan lansia masih terjebak,” demikian dilaporkan Eudor-Med Monitor. (top/*)

Comments
Loading...