Kemiskinan Ekstrem Turun Tajam, Pemda Banggai Klaim Kinerja 2025 Positif

0

BANGGAI, OKENESIA.COM- Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Banggai menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah mencatat, persentase kemiskinan ekstrem turun dari 3,24 persen pada periode 2020 menjadi 1,15 persen pada 2024, atau berkurang sekitar 8.001 jiwa.

Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin, saat mewakili Bupati Amirudin dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada rapat paripurna DPRD Banggai, Selasa (21/4/2026).

Selain kemiskinan ekstrem, angka kemiskinan secara umum juga mengalami penurunan dari 6,56 persen pada 2024 menjadi 6,23 persen di tahun 2025.

Pemda Banggai menilai, capaian ini sebagai bagian dari hasil kebijakan pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam laporan tersebut, Furqanuddin menyebutkan bahwa secara umum capaian kinerja Pemda Banggai tahun 2025 menunjukkan tren positif di berbagai sektor prioritas.

Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 73,44 poin. Angka ini ditopang oleh usia harapan hidup 72,52 tahun, rata-rata lama sekolah 8,94 tahun, serta harapan lama sekolah 13,43 tahun.

Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,07 persen dari sebelumnya 3,11 persen.

Sementara itu, ketimpangan ekonomi yang diukur melalui gini rasio ikut membaik menjadi 0,256 dari sebelumnya 0,316.

Dari sisi ekonomi daerah, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari Rp40,737 triliun pada 2024 menjadi Rp44,528 triliun pada 2025, dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 3,78 persen.

Sejumlah sektor mencatat pertumbuhan positif, di antaranya pertambangan dan penggalian sebesar 12,71 persen, jasa lainnya 9,74 persen, serta jasa keuangan dan asuransi 7,33 persen.

Pemerintah daerah juga mencatat capaian investasi yang melampaui target nasional. Hingga triwulan IV 2025, realisasi investasi di Kabupaten Banggai mencapai Rp6,63 triliun atau 829 persen dari target Rp800 miliar yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di bidang infrastruktur dan pelayanan dasar, akses air minum layak mencapai 88,27 persen, sanitasi layak 98,28 persen, serta kondisi irigasi baik sebesar 71,30 persen. Sementara itu, jalan kabupaten dalam kondisi mantap tercatat 39,88 persen.

Sektor ketahanan pangan juga mengalami peningkatan, ditandai dengan naiknya produksi tanaman pangan menjadi 296.313 ton atau meningkat 13,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi hortikultura, perkebunan, serta perikanan juga menunjukkan tren pertumbuhan.

Pada aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Banggai kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan tahun 2024. Selain itu, indeks reformasi birokrasi mencapai nilai 76,03 dengan predikat “BB”.

Pemerintah Kabupaten Banggai menilai berbagai capaian tersebut menjadi indikator bahwa arah pembangunan daerah telah berjalan sesuai prioritas, meski tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan ke depan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (top)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!