BANGGAI, OKENESIA.COM- Siswi Kelas XI, SMA Batui, Muthia Khairunnisa meraih juara satu saat mengikuti lomba karya tulis jurnalistik di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (S3N) tingkat SMA/SMK 2026, Kabupaten Banggai.
Puncak penilaian berlangsung di SMK Negeri 1 Luwuk, Kamis (30/4/2025). Tim juri memberikan nilai maksimal terhadap Muthia, karena materi tulisannya dinilai terbaik dari tiga indikator penilaian. Yakni, konten atau substansi, kaidah jurnalis serta segi kebahasaan.
Muthia berhasil mengumpulkan 505 poin dari dua juri yang merupakan wartawan bersertifikat utama. Dua juri itu adalah Harus Ladici, Pimpinan Redaksi Sangalu.com dan Sutopo Enteding, Pimpinan Redaksi Okenesia.com.
Muthia mengangkat tema Molabot Tumpe, sebuah tradisi masyarakat lokal di kabupaten bermotor ‘Momposaangu Tanga Mombulakon Tano’. Tradisi yang digelar setiap tahunnya itu, oleh Muthia ditulisnya secara detail.
Hal-hal sederhana semisal pukulan gong di acara bernuansa adat dan magis itu ditulis dengan sentuhan bahasa sastra.
Di posisi kedua, Albert Cristian Naram mencatatkan namanya. Ia berhasil mengumpulkan poin 494.
Albert menulis tentang perjalanan salah seorang peserta peragaan busana dari bahan daur ulang.
Ia menceritakan awal kisah sang pemeran utamanya yang mengawali dengan keraguan. Disorot ribuan pasang mata membuatnya sedikit ragu ditambah perasaan gugup hingga akhirnya mampu meraih hasil maksimal.
Perjalanan hingga naik podium ia ditulis dengan kemasan tulisan menarik untuk dicicipi.
Albert yang merupakan Ketua OSIS SMA Katolik Luwuk ini dikenal sebagai siswa cerdas di sekolahnya. Ia selalu meraih gelar juara di momen kenaikan kelas atau ujian semester.
Posisi ketiga diraih Aprilia, siswi SMA 2 Luwuk. Tulisan feature-nya berfokus pada kegigihan seorang pengrajin berbahan dasar kayu di Kecamatan Nambo.
Aprilia merinci jejak sang pengrajin dimulai dari hobi hingga pekerjaannya sebagai pengrajin menjadi sumber penghasilan kehidupan.
Tulisan feature mereka telah ditulis beberapa hari lalu, dan Kamis kemarin disajikan di hadapan dua juri.
Tema utama lomba adalah, menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya. Sementara subtemanya adalah seni memperkuat karakter.
Sembilan peserta yang ambil bagian rata-rata menyajikan tulisan sesuai tema.
Juri II, Sutopo Enteding sebelum pengumuman menjelaskan bahwa tulisan peserta sudah memenuhi unsur ketentuan dan kaidah jurnalis.
Kelemahan yang perlu diperbaiki adalah penataan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan.
Juri menaruh harap, agar peserta tak berpuas diri dan bagi yang belum mendapatkan juara untuk tidak berputus asa.
Hal terpenting bagi penulis adalah memperbanyak khazanah literasi demi menambah kelengkapan dalam menuliskan sebuah peristiwa. (top)