JAKARTA, OKENESIA.COM- Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan Khalil al-Hayya sebagai pemimpin baru organisasi tersebut setelah menyelesaikan proses pemilihan internal yang melibatkan perwakilan dari Jalur Gaza, Tepi Barat, tahanan Palestina di penjara Israel, serta komunitas Palestina di luar negeri.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (20/7/2026) melalui akun Telegram Hamas disebutkan bahwa pemilihan berlangsung melalui mekanisme musyawarah dan kelembagaan internal.
Organisasi itu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Khalil al-Hayya serta mendoakan agar ia diberikan petunjuk, keberhasilan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinannya.
Hamas dalam pernyataannya turut menyampaikan penghormatan kepada masyarakat Palestina, khususnya warga Jalur Gaza yang disebut telah mengalami dampak besar akibat perang.
Penghormatan juga disampaikan kepada warga Yerusalem, Tepi Barat, warga Palestina di Israel, masyarakat Palestina di pengasingan, serta para tahanan Palestina di penjara Israel.
Menurut Hamas, keberhasilan penyelenggaraan pemilihan di tengah situasi keamanan dan politik yang sulit menunjukkan bahwa organisasi tersebut tetap menjalankan mekanisme kelembagaan dan musyawarah internalnya.
Hamas juga menyatakan seluruh pemimpin, anggota, dan institusi gerakan mendukung kepemimpinan baru dengan semangat persatuan serta mengapresiasi seluruh kader yang terlibat dalam penyelenggaraan proses pemilihan.
Dalam pernyataannya, Hamas menilai kondisi yang dihadapi rakyat Palestina saat ini memerlukan persatuan nasional, koordinasi, dan kerja sama seluruh komponen masyarakat Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, wilayah 1948 (Israel), serta diaspora.
Pernyataan itu juga mengenang sejumlah tokoh Hamas yang telah meninggal, di antaranya Ismail Haniyeh, Saleh al-Arouri, Yahya Sinwar, dan Mohammed Deif, serta anggota Hamas dan kelompok lain yang menurut organisasi tersebut tewas dalam konflik.
Hamas menyebut fokus utamanya saat ini adalah mengakhiri operasi militer yang berlangsung di Gaza, membuka akses bantuan kemanusiaan dan medis, mendukung proses rekonstruksi, menolak pemindahan paksa penduduk, serta terus memberikan dukungan kepada warga Palestina dan para tahanan Palestina.
Pernyataan resmi tersebut diterbitkan pada Senin, 20 Juli 2026, dan diakhiri dengan kutipan ayat Alquran serta penegasan bahwa Hamas akan tetap berpegang pada tujuan dan prinsip-prinsip yang diperjuangkannya. TOP/TELEGRAM HAMAS
.