Lebih dari 1.100 Siswa Palestina Gugur, Gagal Ikuti Ujian Nasional Tahun Ini
JAKARTA, OKENESIA.COM- Lebih dari 1.100 siswa Palestina yang seharusnya mengikuti ujian sekolah menengah atas (Tawjihi) tahun ini tidak dapat mengikuti ujian setelah gugur akibat konflik di Jalur Gaza.
Data tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Palestina saat mengumumkan hasil kelulusan ujian nasional untuk tahun ajaran 2026.
Informasi ini diterima Okenesia.com dari akun Telegram Ultra Palestine yang mengutip pernyataan resmi Kementerian Pendidikan Palestina, Jumat (24/7/2026).
Kementerian Pendidikan Palestina menyebutkan, tingkat kelulusan umum di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta bagi pelajar Palestina di luar negeri mencapai 74 persen.
Sementara itu, pengumuman hasil kelulusan bagi peserta ujian di Jalur Gaza ditunda hingga pelaksanaan ujian putaran kedua selesai karena alasan teknis.
Dalam keterangannya, kementerian juga mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir lebih dari 106.000 siswa telah mengikuti ujian Tawjihi di Jalur Gaza, termasuk sekitar 36.900 siswa pada tahun ini.
Di Tepi Barat, tiga siswa dilaporkan gugur sepanjang tahun ini. Selain itu, 67 siswa tidak dapat mengikuti ujian karena masih berada dalam tahanan Israel.
Secara keseluruhan, sekitar 89.000 siswa mengikuti ujian tahun ini di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
Selain itu, lebih dari 2.000 pelajar Palestina mengikuti ujian yang diselenggarakan di 46 negara di berbagai belahan dunia. TOP/ULTRAPALESTINE