BRIDA Banggai Catat Beragam Capaian & Prestasi Sepanjang 2025

0

BANGGAI, OKENESIA.COM- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Banggai, merupakan organisasi perangkat daerah baru di lingkungan Pemda Banggai yang telah menunjukkan kinerja membanggakan sepanjang tahun 2025 ini dengan mencatatkan beragam pencapaian dan prestasi.

Bupati Banggai, Amirudin menyadari bahwa riset dan inovasi sesuatu hal yang mutlak bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa inovasi memicu perubahan dalam berbagai hal, sehingga pada medio Oktober 2023, BRIDA Banggai terbentuk dan resmi berpisah dari Bappelitbangda Banggai.

“Inovasi memicu perubahan dalam budaya kerja, meningkatkan dan membawa pemerintahan ke era baru yag penuh dengan potensi dan kemajuan,” ungkap Bupati Amirudin, Ir. H. Amirudin, S.P, M.P., M.M di sebuah kesempatan.

 

Kepala BRIDA Banggai, Andi Nur Syamsy mengakui bahwa berkat arahan dan bimbingan Bupati dan Wakil Bupati Banggai serta dukungan dari seluruh perangkat daerah Kabupaten Banggai, beragam pencapaian dan prestasi tersebut telah diraih Kabupaten Banggai di ajang nasional.

Bupati Amirudin juga menghendaki agar BRIDA Banggai berlari cepat memahami segala kondisi daerah dan menindaklanjutinya dalam bentuk riset dan inovasi serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah menuju kebijakan yang berbasis riset.

Berdasarkan data pencapaian Indeks Inovasi Daerah (IID), Kabupaten Banggai mengalami perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 hingga 2025, pencapaiannya terus mengalami peningkatan. Tahun 2021, skor IID Kabupaten Banggai adalah 52,62 predikat INOVATIF (Peringkat 72 Nasional), tahun 2022 skor IID 49,45 predikat INOVATIF (Peringkat 158 Nasional), tahun 2023 skor IID adalah 50,65 predikat INOVATIF (Peringkat 116 Nasional), tahun 2024 skor IID 59,81 predikat INOVATIF (Peringkat 72 Nasional) dan Tahun 2025, skor IID Kabupaten Banggai adalah 70,07 Predikat SANGAT INOVATIF (Peringkat 50 Nasional dari 415 Kabupaten Se Indonesia dan Peringkat 1 di Sulawesi Tengah). Predikat IID Kabupaten Banggai telah melampaui Target Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Banggai 2025-2029, pada misi ke 5 “Tata Kelola Pemerintahan yang Baik & Inovatif” Tahun 2025 sampai dengan 2028 ditargetkan Predikat Inovatif. Sementara Tahun 2025 telah mencapai IID Sangat Inovatif.

 

Berikutnya, capaian Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Kabupaten Banggai sejak tahun 2023 hingga 2025. Tahun 2023, skor IPKD adalah 68,13 dengan nilai B,  Tahun 2024 skor IPKD Banggai adalah 70,504 dengan nilai B dan pada tahun 2025, skor IPKD Kabupaten Banggai mengalami peningkatan, yakni 81,1375 dengan nilai sempurna, A. Dan merupakan nilai tertinggi secara nasional untuk kabupaten dengan kategori fiskal rendah.

Capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), tahun 2023 Kabupaten Banggai mencatakan skor 2,90 dan tahun 2024 skor naik menjadi 3,52. Skor IDSD Kabupaten Banggai tahun 2024 yang diumumkan oleh BRIN RI pada medio Februari 2025 lebih tinggi dari rata-rata IDSD Nasional (Skor 3,43) dan Provinsi Sulawesi Tengah (3,30). IDSD merupakan instrumen penyediaan data dasar yang akurat dengan mengukur produktivitas dan kemajuan daerah menggunakan lerangka Global Competittiveness Indeks (GCI) dari Word Economic Forum (WEF).

Secara singkat, daya saing sebuah entitas wilayah ditentukan oleh kemampuan dalam meningkatkan produktivitas di tiga lini, yaitu; produktivitas dalam faktor produksi, produktivitas yang didorong oleh efisiensi dan produktivitas yang didorong oleh inovasi yang dituangkan ke dalam 4 komponen utama dan dijabarkan melalui 12 pilar daya saing.

Di segi pelayanan fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) secara gratis, telah terbit ratusan sertifikat. Jenis pelayanan HaKI kategori merek 33 sertifikat di tahun 2023, 31 sertifikat di tahun 2024 serta 108 sertifikat di tahun 2025.

Berikutnya, jenis pelayanan kategori hak cipta. Yakni, 68 sertifikat tahun 2024 dan 50 sertifikat tahun 2025. Sementara jenis pelayanan kategori indikasi geografis 4 sertifikat tahun 2024 dan telah terbit 2 Sertifikat Indikasi Geografis di tahun 2025, yaitu; Kelapa Babasal Taima dan Salak Pondoh Simpang Raya. Sertifikat Indikasi Geografis Kelapa Babasal Taima tercatat sebagai pemegang sertifikat IG (indikasi geografis) pertama pada komoditas kelapa di Indonesia.

“Dengan memberdayakan inovasi dalam pemerintahan, kita membuka peluang-peluang baru, menciptakan lapangan kerja serta membangun masa depan daerah yang lebih cerah,” demikian Andi Nursyamsy Amir. (top)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!